Gamsunoro Lewati Selat Hormuz, Pertamina: Berkat Sinergi Kemlu-KBRI
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Terutama, setelah berbulan-bulan tertahan akibat perang antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.
"Kami juga menyampaikan perkembangan terkait kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping. Kapal tersebut telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman," ungkap VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, dikutip Kamis (02/07/2026).
Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari penilaian risiko yang komprehensif, serta sinergi erat antara Pertamina bersama Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, beserta seluruh pemangku kepentingan.
"Serta didukung proses penilaian risiko yang komprehensif. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan koordinasi yang sangat baik sehingga keselamatan kapal dan awak dapat tetap terjaga," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Kapal Gamsunoro milik PIS yang sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran, pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 20.00 WIB akhirnya berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan aman berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan.
Menempuh perjalanan selama 16 jam, kapal Gamsunoro mulai beranjak dari Teluk Arab, Rabu mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.
Sebelumnya, Pjs. Corporate Secretary PISÂ Vega Pita mengatakan, keputusan perlintasan Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan pembahasan risk assessment yang ketat selama satu bulan terakhir, dan juga koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega.
Ia menambahkan, selama pelayaran kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di Crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.
Menurutnya, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta otoritas terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi secara real time dan memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara hati-hati.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
Sementara itu, armada PIS lainnya yang berada di kawasan Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, dan risiko lainnya serta mempertimbangkan rekomendasi internasional.
source on Google [Gambas:Video CNBC]