MARKET DATA
Internasional

Bak Tikus Mati di Lumbung Padi, Negara Kaya Minyak Dihantam Krisis BBM

luc,  CNBC Indonesia
10 June 2026 14:40
This handout satellite image courtesy of 2026 Vantor taken and made available on June 3, 2026, shows smoke billowing from the Saint Petersburg Oil Terminal in northwestern Russia. Ukrainian drones hit energy and military sites in Saint Petersburg ear
Foto: AFP/HANDOUT

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan drone Ukraina yang berlangsung tanpa henti terhadap wilayah-wilayah yang diduduki Rusia mulai menimbulkan dampak nyata terhadap kemampuan logistik Moskow. Selain mengganggu jalur pasokan militer, operasi tersebut juga memperparah krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya telah dipicu oleh serangan jarak jauh Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Krimea, semenanjung yang dianeksasi Rusia pada 2014 dan hingga kini masih menjadi pusat sengketa internasional. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah itu dilaporkan mengalami kesulitan logistik serius, mulai dari gangguan distribusi hingga kelangkaan pasokan.

Gangguan tersebut sebagian besar berkaitan dengan serangan Ukraina terhadap jalan raya utama dan jembatan strategis yang menghubungkan Kota Rostov di Rusia selatan dengan Krimea melalui Kota Mariupol yang diduduki Rusia.

Jalur tersebut memiliki arti penting bagi operasi militer Rusia di wilayah selatan Ukraina.

Sejak perang skala penuh Rusia-Ukraina pecah, Krimea berulang kali digunakan sebagai pangkalan peluncuran drone dan rudal untuk menyerang berbagai wilayah Ukraina. Infrastruktur militer Rusia di kawasan tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam operasi tempur Moskow.

Selain fungsi militernya, Krimea juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi Rusia.

Dengan iklim yang hangat menyerupai kawasan Mediterania serta garis pantai yang panjang, wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu destinasi wisata musim panas favorit warga Rusia.

Analis lembaga pemikir Atum Mundi yang berbasis di Prancis, Clément Molin, menggambarkan koridor tersebut sebagai urat nadi utama keberadaan Rusia di kawasan itu.

"Jalan itu pada dasarnya adalah tulang punggung pendudukan Rusia di wilayah selatan," kata Molin kepada BBC, dikutip Rabu (10/6/2026).

Menurut Molin, sejak awal Mei Ukraina telah melancarkan sekitar 300 serangan drone terhadap truk-truk yang melintas di jalur logistik tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 30 kendaraan yang menjadi sasaran merupakan truk tangki pengangkut bahan bakar.

Ia menambahkan bahwa intensitas serangan meningkat secara signifikan sepanjang bulan ini, menunjukkan adanya upaya sistematis dari Kyiv untuk menekan kemampuan distribusi logistik Rusia.

Data yang disampaikan komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, menunjukkan dampak operasi tersebut mulai terlihat secara nyata.

Menurut Brovdi, lalu lintas kargo militer Rusia di jalur tersebut turun hingga 71% dalam periode antara akhir Mei hingga awal Juni.

Penurunan drastis itu menjadi indikasi bahwa serangan drone Ukraina tidak hanya bersifat simbolis, tetapi mulai mengganggu rantai pasokan yang menopang operasi militer Rusia di wilayah pendudukan.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rusia & Ukraina Sepakat Gencatan Sejata Selama 32 Jam


Most Popular
Features