Dubes China Bilang Negosiasi Utang Kereta Cepat RI Berjalan Lancar

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 25/06/2026 10:00 WIB
Foto: Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengungkapkan bahwa negosiasi utang dengan pihak Indonesia terkait Kereta Api Cepat berlangsung dengan amat baik.

Dirinya terus menjalin kontak erat dengan pihak-pihak terkait dan kementerian di Indonesia dan mengaku semua berjalan dengan baik.


Saat dikonfirmasi terkait kesepakatan yang sudah dicapai dengan pemerintah Indonesia, Wang mengatakan tidak bisa mengungkapkan secara detail perjanjian tersebut, namun tetap menegaskan bahwa terlaksana dengan amat baik.

"Tidak mungkin untuk mengungkapkan detail apa pun soal diskusi. Tetapi semuanya berada di jalur yang benar," ujar Wang kepada pewarta saat ditemui di sela acara China-Indonesia Think-Thank and Media Forum 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dubes China tersebut juga mengatakan bahwa dalam soal KCIC, pemerintah China tidak meminjamkan uang secara langsung ke Indonesia, namun pemerintah China memberikan pinjaman ke Bank Pembangunan China untuk dipinjamkan dalm pembangunan kereta cepat Woosh.

"Itu bukan utang. Itu adalah uang yang kita utangkan kepada bank pembangunan (Bank Pembangunan China) yang meminjamkan uang kepada Woosh," ujarnya.

Pada 2021 silam, Presiden Direktur PT KCIC saat itu Dwiyana Slamet Riyadi menyebutkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung didanai lewat skema bisnis ke bisnis (b2b) yang salah satunya bersumber dari pinjaman dana dari China Development Bank.

"Dijelaskan, dalam proyek ini, pinjaman modal luar negeri berasal dari China Development Bank sebesar 75 persen," dikutip dari siaran pers KCIC.

Adapun pada pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa memastikan proses restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh sudah diselesaikan dan segera diumumkan. Hal ini disampaikannya kepada Jurnalis setelah menghadiri acara PT SMI, di Ayana Mid Plaza, Jakarta pada Rabu (22/4/2026).

‎"Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan," kata Purbaya kepada awak media dikutip Kamis (25/6/2026).

‎Purbaya pun tidak mau menjelaskan lebih rinci hasil restrukturisasi tersebut, Termasuk saat ditanya oleh pewarta mengenai nasib PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

‎"Nanti setelah diumumkan, setelah diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak mengumumkan sekarang ya," katanya saat ditanya wartawan apakah KCIC akan di bawah Kementerian Keuangan.

Menkeu juga bercerita saat masa pembangunan terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) di masa lalu. Bahkan hal ini dikeluhkan oleh pihak China karena dianggap tidak ada pengembangan, utamanya soal pembebasan lahan yang lamban.

‎"China itu bilang, waktu itu ya sekarang sudah diselesaikan, dulu enggak ada kemajuan katanya. Sudah dua tahun lahan yang dibebaskan baru 4 kilometer pada waktu itu. Ini kita ngomong zaman dulu ya. Terus saya tanya, kamu siapa yang handle program project-nya? Nggak ada, katanya kalau kami ngadu ke BUMN dipingpong ke PU, pingpong lagi ke sana. Ya sudah ditarik kemari itu waktu itu diberesin sedikitlah pada waktu itu," jelasnya.

‎Namun, Purbaya kembali menegaskan bahwa proyek-proyek besar akan diawasi dengan ketat, termasuk kereta cepat, sehingga dapat terlaksana dengan baik.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Klarifikasi Prabowo Sering ke Luar Negeri-Rusia Serang Ukraina