MARKET DATA
Internasional

Reaksi Dunia AS-Iran Resmi Deal Damai Perang, Apa Kata Israel?

sef,  CNBC Indonesia
15 June 2026 12:40
Seorang perwira tentara Lebanon berdiri sementara petugas polisi dan personel darurat bekerja di lokasi serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Juni 2026. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Foto: (REUTERS/Zohra Bensemra)

Pejabat senior Israel dilaporkan kecewa dan marah terhadap Trump terkait rancangan kesepakatan damai yang tengah disusun antara Washington dan Iran. Mereka menilai perjanjian tersebut gagal memenuhi tujuan utama Israel dalam konflik dengan Teheran.

Mengutip media Israel, Ynet, sejumlah pejabat bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah "bencana". Pejabat lainnya menilai perjanjian tersebut "sangat buruk" karena tidak memenuhi prinsip-prinsip yang menjadi dasar perang sejak awal.

"Trump telah mengkhianati kami," katanya.

Sumber Ynet lagi menyebut Israel menilai rancangan tersebut gagal memenuhi tiga tuntutan utamanya, yakni penghentian program nuklir Iran, pembatasan rudal balistik, dan pengurangan pengaruh kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan. Sementara itu, Teheran berulang kali menegaskan program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai.

Seorang pejabat Israel juga memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut akan dipandang sebagai bentuk kemunduran AS. Menurutnya, banyak pihak di kawasan akan menilai Washington menyetujui perjanjian itu karena tekanan Iran, bukan karena keberhasilan diplomasi Amerika.

Meski demikian, PM Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka tetap menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump untuk memastikan material uranium yang telah diperkaya ditarik dari Iran sebagai bagian dari kesepakatan. Netanyahu juga menegaskan Israel bukan pihak yang terlibat langsung dalam perjanjian tersebut.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]




Most Popular
Features