CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Siaga 1 Perang AS-Iran Jadi PD 3, Rusia Bom CIA-Inggris Waspada 24 Jam

sef,  CNBC Indonesia
24 July 2026 08:05
Iran melu8ncurkan gelombang serangan rudal ke Israel, Minggu (7/6/2026). (Tangakapan Layar Video/Reuters)
Foto:Ilustrasi Perang di Timur Tengah (Tangakapan Layar Video/Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Timur Tengah masih terus memanas. Dalam update terbaru, Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali meluncurkan serangan ke Iran.

Presiden AS Donald Trump pun sesumbar akan menyerang kelompok Houthi di Yaman. Harga minyak pun kini menembus US$ 100 per barel seiring eskalasi yang kian mengkhawatirkan.

Lalu bagaimana updatenya, Jumat (24/7/2026). Berikut rangkuman CNBC Indonesia dari sejumlah sumber.

1.Gelombang Serangan ke-13 AS di Iran

Militer AS melancarkan serangan terbaru ke Iran. Dalam pernyataan Jumat pagi di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan gelombang "serangan ke-13" sudah diluncurkan ke Iran.

"Ini adalah malam ke-13 berturut-turut serangan yang bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman dari Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial," tulis militer AS tersebut.

Serangan dilancarkan usai Trump memberi sinyal bahwa ia belum siap untuk menegosiasikan gencatan senjata baru dengan Iran. Di mana ia mengatakan, AS-Iran membutuhkan lebih banyak hal yang sama" setelah serangan udara selama beberapa hari berturut-turut".

2.Ledakan di Iran

Kantor berita Fars Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan telah terdengar di ibu kota provinsi Khuzestan, Ahvaz. Namun sayangnya, hingga berita diturunkan, lokasi dan asal ledakan yang tepat saat ini belum diketahui.

Meski begitu, merujuk Al-Jazeera, dilaporkan pula terjadi ledakan di Pulau Qeshm. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan dua ledakan di dekat desa Mosan di pulau yang terletak di dekat Selat Hormuz tersebut.

Tasnim mengaitkan ledakan tersebut dengan serangan rudal AS. tetapi laporan ini belum dikonfirmasi.

3.Trump: Kerusakan Kapal-Kapal Akan Dibayar Iran

Sementara itu, Trump sesumbar bahwa setiap kerusakan yang terjadi pada kapal dan kargo yang melintasi di Laut Timur Tengah akan dibayar oleh uang Iran. Postingan ini muncul usai Houthi, kelompok pro Iran di Yaman, menargetkan sejumlah kapal Arab Saudi di Laut Merah, seiring ketegangan keduanya.

"Kerusakan ini mungkin sangat besar, namun demikian, ini adalah hal yang adil dan wajar untuk dilakukan," kata Trump dalam postingan Truth Social.

4.Minyak 'Meledak' Tembus US$ 100 per Barel

Harga minyak melonjak pada hari Kamis bahkan melonjak hingga US$ 100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Konflik yang meluas di Timur Tengah, di sekitar Selat Hormuz dan pintu masuk Laut Merah yakni Selat Bab al-Mandeb, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan volatilitas di pasar global menjadi penyebab.

Secara rinci, minyak mentah Brent, patokan minyak global, naik sekitar 7% menjadi US$100,69 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi Brent sejak 22 Mei.

WTI, patokan AS, naik 6,17%, menjadi $92,19 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi WTI sejak 4 Juni.

5.Imbal Hasil AS Lompat ke Level Tertinggi & Wall Street Anjlok

Kenaikan harga minyak telah mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Januari 2025.

Wall Street juga mencatat penurunan. Indeks Dow Jones turun 550 poin (lebih dari 1%), S&P 500 turun 1,4%, dan Nasdaq Composite anjlok 2,5%.

6.Gencatan Senjata

Trump memberi isyarat bahwa dia belum siap untuk merundingkan gencatan senjata baru dengan Iran. Mengutip CNN International, oa mengatakan bahwa "mereka membutuhkan lebih banyak hal yang sama" setelah serangan udara beberapa hari berturut-turut.

"Kami melakukannya dengan sangat baik melawan Partai Republik Islam Iran, kami melakukannya dengan sangat baik," kata Trump di "acara AS.

"Mereka ingin melakukan sesuatu, tapi menurut saya mereka belum siap. Mereka membutuhkan lebih banyak hal yang sama," katanya.

Trump menambahkan bahwa para pemimpin Iran "memiliki niat jahat". Ia pun kembali bersumpah bahwa negara tersebut "tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir".

7.Rusia "Dibalik" Serangan Drone Situs CIA

Intelijen AS sedang menyelidiki apakah Rusia membantu Iran menemukan dan menyerang fasilitas CIA di Teluk, termasuk kedutaan AS di Arab Saudi. Sebagaimana dimuat Reuters kecurigaan muncul seiring ketepatan serangan pesawat tak berawak (drone) Iran baru-baru ini, yang diduga ada tadanya dukungan dari luar.

Analis Pusat Penelitian Internasional Sciences Po, Nicole Grajewski, menyebut keterlibatan Rusia sebagai teori yang "realistis". Ia menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kemampuan satelit seperti Rusia.

Rusia juga dituduh memasok drone Iran dengan sistem anti-jamming. Namun sejauh ini Moskow membantahnya.

Grajewski mengatakan dukungan Rusia memberi Iran "keunggulan" tetapi bukan pendorong utama perang, merujuk pada kemampuan drone dan rudal Iran sendiri. Perlu diketahui, laporan tersebut muncul ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Manila pada hari Kamis, secara resmi untuk membahas Ukraina.

8.Inggris Waspada 24 Jam 

Inggris mengatakan angkatan bersenjatanya siap melindungi negaranya dari serangan apa pun. Hal ini terjadi setelah Iran mengeluarkan peringatan ke negeri itu setelah pesawat pengebom AS terbang dari pangkalan Inggris.

"Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris dari segala jenis serangan, baik yang berasal dari dalam negeri kami atau dari luar negeri. Inggris ⁠siap 24/7 untuk mempertahankan diri," kata juru bicara pemerintah Inggris.

Iran mengancam akan menargetkan RAF Fairford dengan mengatakan pangkalan apa pun yang digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran akan dianggap sebagai "target yang sah". RAF Fairford adalah pangkalan militer kerajaan yang berada 130 kilometer (km) barat daya London.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, Korps Garda Revolusi Islam mengklaim AS telah kembali menggunakan pesawat pengebom jarak jauh B-1 dalam misi serangan yang terbang dari Fairford. Axios melaporkan militer AS menggunakan B-1 pada hari Selasa untuk menyerang sasaran IRGC di Iran.

RAF Fairford di Gloucestershire telah berfungsi sebagai pangkalan operasi garis depan bagi pembom strategis AS dan pesawat lainnya selama perang dengan Iran. B-1 Lancer mulai tiba di sana pada awal Maret, diikuti oleh B-52 Stratofortresses, dan kedua jenis pesawat tersebut telah melakukan misi melawan Iran dari pangkalan tersebut.

Pangkalan tersebut berjarak sekitar 2.800 mil dari Teheran. Tidak jelas apakah Iran memiliki kemampuan untuk melakukan serangan presisi pada jarak jauh.

Sebenarnya, Iran menunjukkan kemampuan jarak jauh ketika menembakkan setidaknya dua rudal ke arah Diego Garcia pada bulan Maret. Namun sayangnya, serangan tidak mencapai pangkalan gabungan AS-Inggris di Samudera Hindia.

 

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 17 Update Perang AS-Iran Makin Gila, Seret Irak-China sampai Rusia


Most Popular
Features