Mendag Bakal Minta Alfamart-Indomaret Cs Jualan Daging Ayam, Ada Apa?

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 15:55 WIB
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk memperluas pasar daging ayam ras, di tengah keluhan peternak broiler yang menanggung kerugian akibat anjloknya harga ayam hidup (live bird).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bahkan berencana langsung menghubungi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin, guna mendorong penjualan daging ayam di jaringan ritel modern, termasuk minimarket.

Langkah ini menjadi respons atas aspirasi peternak ayam broiler yang sebelumnya meminta pemerintah memperluas saluran distribusi dan penjualan produk unggas. Salah satu usulan yang disampaikan peternak adalah memperbanyak penjualan daging ayam di jaringan minimarket dan supermarket nasional, untuk membantu menyerap produksi yang melimpah.


Menanggapi usulan tersebut, Budi mengatakan, pada dasarnya tidak ada larangan bagi ritel modern untuk menjual daging ayam.

"Kan memang boleh kan daging ayam boleh, nggak ada larangan," kata Budi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Saat disinggung saat ini baru sebagian minimarket yang menjual daging ayam, Budi memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Aprindo.

"Oh ya sudah, nanti kita koordinasi dengan Aprindo ya supaya bisa masuk ritel modern," ujarnya.

Menurut Budi, perluasan penjualan daging ayam di ritel modern dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap pasokan ketika harga daging ayam di tingkat peternak mengalami tekanan.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah juga telah menyiapkan skema penyerapan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, program tersebut banyak dikaitkan dengan penyerapan telur. Ke depan, daging ayam juga akan menjadi bagian dari skema penyerapan ketika harga jatuh.

"Pertama, kan kemarin kita sudah sepakat dengan MBG, jadi bahan pangan itu tidak hanya telur kalau turun kemudian diserap oleh MBG, tapi termasuk juga daging ayam, ya itu itu sudah sepakat jadi nanti kalau memang harganya turun ya sudah diserap oleh MBG," jelas dia.

Selain melalui MBG, Kemendag juga akan meminta ritel modern meningkatkan penyerapan produk ayam ketika harga sedang melemah.

"Yang kedua, nanti kami koordinasikan ya dengan Aprindo ya supaya ketika harga turun itu lebih diserap juga oleh ritel modern," ucapnya.

Ia menilai hubungan antara peternak dan pelaku perdagangan perlu diperkuat melalui pola kemitraan, agar tercipta keseimbangan antara pasokan dan penyerapan pasar.

"Ya kita kan sebenarnya namanya polanya kemitraan, jadi kita harus saling bersinergi antara produsen dan juga pedagang," terang dia.

Budi bahkan mengaku akan segera menghubungi Aprindo, untuk membahas langkah lanjutan. "Ah nanti langsung saya telepon habis ini," sambungnya.

Menurut dia, sebenarnya sudah ada surat edaran terkait penjualan produk pangan tersebut di ritel modern. Namun, koordinasi lebih lanjut tetap akan dilakukan dengan asosiasi ritel.

"Sebenarnya sudah ada Surat Edarannya, nanti saya telepon lagi ya," kata Budi.

"Jadi gini, kan edarannya sudah ya, tapi nanti akan kami telepon habis ini ketemu Pak Solihin, ketua Aprindo-nya ya, kita selalu koordinasi," lanjutnya.

Sebelumnya, peternak ayam broiler rakyat mengeluhkan kondisi usaha yang semakin tertekan akibat anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Kusnan mengatakan, harga ayam hidup (live bird) di wilayah Jabodetabek dan Banten saat ini hanya berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang diperkirakan telah mencapai Rp21.000-Rp22.000 per kg.

Kondisi tersebut membuat peternak menanggung kerugian sekitar Rp5.000-Rp7.000 per kg live bird atau setara Rp10.000-Rp14.000 per ekor ayam berbobot panen 2 kg.

Karena itu, Permindo meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pengaturan produksi, tetapi juga memperbesar pasar dan memperkuat distribusi.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah memperluas penjualan produk unggas melalui jaringan ritel modern nasional, mulai dari minimarket hingga supermarket, agar surplus produksi ayam dapat terserap lebih optimal dan harga di tingkat peternak kembali membaik.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Ayam Hidup di Peternak Anjlok, Pemerintah Turun Tangan