MARKET DATA
Internasional

Update Gempa-Tsunami Filipina: Jumlah Korban-Dampak di Sulawesi

tps,  CNBC Indonesia
09 June 2026 08:25
kondisi bangunan yang runtuh setelah gempa berkek magnitude 7,8 di General Santos, Pulau Mindanao, Filipina, 8 Juni 2026. (GenSan DEV/Handout via REUTERS)
Foto: via REUTERS/GenSan DEV

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 di Filipina selatan telah mencapai sedikitnya 35 orang. Selain itu terdapat lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana ini.

Mengutip AFP, Selasa (9/6/2026), gempa dahsyat tersebut melanda lepas pantai pulau Mindanao selatan pada Senin. Guncangan hebat meruntuhkan bangunan dan merusak infrastruktur penting di Kota General Santos.

Otoritas bencana nasional menyatakan setidaknya belasan orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu sebanyak 134 orang dipastikan mengalami luka-luka.

Kerusakan akibat tsunami dilaporkan terjadi di setidaknya satu desa pesisir pantai. Gelombang tsunami yang lebih kecil juga terukur mencapai wilayah Indonesia dan Palau serta sejauh Jepang selatan.

Pihak berwenang Filipina mendesak masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi. Imbauan ini dikeluarkan setelah gempa lepas pantai melanda bagian selatan General Santos yang merupakan kota pelabuhan berpenduduk sekitar 720.000 jiwa.

Serangkaian gempa susulan yang kuat mengguncang area tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempa susulan terbesar tercatat mencapai kekuatan 6,5 pada skala Richter.

Video yang diunggah ke media sosial dan telah diverifikasi menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan dengan restoran cepat saji Jollibee runtuh menjadi puing-puing di Kota General Santos. Sebuah bangunan di kampus sekolah setempat juga hancur berantakan dalam rekaman video lainnya.

"Tuhan, bangunan itu benar-benar runtuh! ... Bangunannya benar-benar runtuh!" tegas seorang saksi mata saat melihat struktur sekolah tumbang.

Presiden Ferdinand Marcos Jr langsung memerintahkan tanggap bencana segera di wilayah Mindanao yang merupakan pulau seukuran Korea Selatan. Berbagai lembaga diarahkan untuk menyiapkan pasokan bantuan dan pusat evakuasi serta bersiap untuk kemungkinan operasi penyelamatan.

"Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," jelas Presiden Ferdinand Marcos Jr dalam pernyataan tertulisnya.

Bencana ini datang delapan bulan setelah Filipina menderita gempa paling mematikan dalam 12 tahun terakhir. Saat itu gempa dangkal bermagnitudo 6,9 melanda lepas pulau Cebu dan menewaskan 79 orang. Dua gempa kuat kemudian melanda Mindanao dua minggu setelahnya dengan guncangan terkuat mencapai magnitudo 7,4.

Warga evakuasi setelah gempa bumi di lepas pantai selatan pulau Mindanao, Filipina, yang juga dirasakan di Tabukan Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (REUTERS/Stenly Pontolawokang)Warga evakuasi setelah gempa bumi di lepas pantai selatan pulau Mindanao, Filipina, yang juga dirasakan di Tabukan Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (REUTERS/Stenly Pontolawokang) Foto: REUTERS/Stenly Pontolawokang

Militer Dikerahkan dan Malaysia Tawarkan Bantuan

Militer Filipina menyatakan unit tanggap bencana mereka telah dikerahkan ke daerah-daerah yang terkena dampak. Gempa bumi ini terjadi pada pagi hari saat sekolah-sekolah di Filipina baru saja dibuka kembali setelah libur panjang.

Sebuah video yang dibagikan oleh sekolah setempat menunjukkan sekelompok besar anak-anak duduk di lantai dan terombang-ambing dengan cepat dari satu sisi ke sisi lain akibat gempa. Beberapa anak tampak memeluk guru sebelum akhirnya melarikan diri secara massal saat tempat berlindung darurat runtuh di belakang mereka.

"Ini adalah gempa terkuat yang pernah kami alami," tutur Kepala Polisi Kota Alabel di Sarangani, Benjie Ancheta saat memberikan kesaksian lewat sambungan telepon setelah insiden yang terjadi di tengah upacara bendera tersebut.

Bandara di General Santos juga ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut menurut penjelasan para pejabat setempat. Gempa pada hari Senin ini sempat memicu peringatan evakuasi untuk wilayah pesisir tetangga yaitu Indonesia dan Malaysia. Kedua negara tersebut kemudian mencabut peringatan bahaya beberapa saat setelahnya.

"Saya berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terkena dampak dan berharap mereka diberikan kekuatan serta keberanian dalam menghadapi hari-hari sulit ke depan," papar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui akun media sosial X miliknya.

Warga di Sulut Mengungsi ke Tempat Tinggi

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyatakan beberapa negara bisa terkena dampak dari bencana ini. Negara Australia pada awalnya sempat memperingatkan potensi gelombang tsunami di pantai utara mereka.

Badan meteorologi Jepang mengeluarkan imbauan dan menyatakan tsunami setinggi 0,2 meter atau lebih rendah telah teramati
. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pada kapal feri dan penutupan pantai sebagai langkah pencegahan.

Saksi mata di Manado menyatakan bahwa mereka merasakan guncangan gempa dengan sangat kuat. Hanya ada kerusakan kecil yang dilaporkan di wilayah tersebut menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana bernama Abdul Muhari.

Tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 0,75 meter terdeteksi di beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Kondisi ini membuat masyarakat mulai bergerak ke daerah yang lebih aman. Evakuasi mandiri termasuk dilakukan oleh penduduk di Kepulauan Sangihe yang terpencil karena menjadi salah satu wilayah paling dekat dengan Filipina.

"Mereka sekarang mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi... menjauh dari pantai untuk menghindari potensi tsunami," ujar seorang warga bernama Jufry Dalita.

Gempa bumi sendiri merupakan peristiwa yang hampir terjadi setiap hari di Filipina. Negara ini terletak di kawasan Cincin Api Pasifik yang merupakan jalur aktivitas seismik intens dari Jepang melewati Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Peringatan Tsunami Gempa Besar Filipina M7,7 Dicabut, Ini Alasan BMKG


Most Popular
Features