Mau Tinggal di Rusun Meikarta? Ini Syaratnya

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Selasa, 26/05/2026 14:15 WIB
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Bekasi, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. Menteri yang kerap disapa Ara ini mengatakan rencana pembukaan penjualan atau serah terima kunci ditargetkan terjadi pada Agustus atau September 2026.

"Kapan masyarakat sudah bisa melakukan akad atau pembelian? Rencananya masih tetap on schedule di September 2026," kata Ara di Meikarta, Selasa (26/5/2026).

Saat ini, sudah ada 1.836 tiang pondasi yang sudah terbangun, dari total 8.600 tiang pondasi.


"Saat ini, sudah ada 1.836 tiang pondasi yang sudah terbangun, dari total 8.600 tiang pondasi," ujarnya.

Ara menambahkan, untuk pemasakan tiang pancang atau di mulainya pembangunan struktur vertikal targetnya yakni Juni 2026.

"Pemasangan tiang pancang atau di mulainya prmbangunan vertikal akan di mulai Juni 2026," lanjutnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Sementara itu, target selesainya pembangunan rusun Meikarta masih di Agustus 2028.

"Target selesai pembangunan masih sesuai rencana, yakni Agustus 2028," terangnya.

Total rusun subsidi yang dipersiapkan di kawasan tersebut mencapai 141.000 unit atau setara 54 tower. Hal itu sudah dilaporkan Ara kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Total dipersiapkan, saya baru laporan langsung sama Presiden, totalnya 141.000 unit. Ini tentu secara bertahap," tuturnya.

Rusun Meikarta ini nantinya akan menempati lahan seluas 30 hektare, yang terdiri atas tiga lokasi.

Adapun terkait persyaratan untuk mengambil unit rusun ini, pihaknya mengatakan sama seperti persyaratan rusun subsidi lainnya.

"Persyaratan sama seperti rusun subsidi lainnya ya, bisa menggunakan KPR FLPP," ungkap Ara.

Berikut persyaratan untuk mengambil unit rusun Meikarta, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

  1. WNI, dengan dibuktikan memiliki KTP
  2. Belum memiliki rumah atau properti sendiri
  3. Belum pernah mendapat subsidi pemerintah melalui KPR atau perumahan
  4. Karyawan dengan masa kerja minimal 1 tahun atau wiraswasta dengan usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun.
  5. Memiliki penghasilan maksimal Rp 14 juta per bulan, untuk yang sudah menikah.

Namun, terkait harga unitnya masih belum dapat dipastikan, karena masih menunggu di mulainya pembangunan vertikal yang ditargetkan pada Juni 2026.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tabrakan KA Agro Bromo Vs KRL, Prabowo Janji Perbaiki Lintasan