Ekonomi Q2-2026 Belum Bisa Tumbuh 6%, Purbaya Ogah Terapkan Pajak Baru

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 11:10 WIB
Foto: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (10/10/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia belum bisa mencapai 6% pada kuartal II-2026, meskipun pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61%, tercepat sejak kuartal III-2022.

"Saya rasa belum 6%, mendekati sana lah," kata Purbaya di kantornya, Jakrata, Senin (11/5/2026).

Meski begitu, Purbaya memastikan, pemerintah akan terus mendorong laju pertumbuhan yang lebih cepat dari kuartal I-2026 untuk periode kuartal II-2026.


Makanya, ia menjanjikan gelontoran stimulus ekonomi, plus jaminan tak adanya tambahan kebijakan pajak baru demi menjaga daya beli dan iklim usaha, misalnya seperti pajak penghasilan bisnis online, hingga pajak jalan tol.

"Let's say kalau dua triwulan berturut-turut di atas 6%, kita akan pertimbangan pajak-pajak yang lain," ucap Purbaya.

Kendati demikian, Purbaya menilai, dengan kondisi ekonomi yang sudah bergerak tumbuh lebih cepat pada kuartal I-2026, sudah menjadi pertanda perekonomian masyarakat mulai membaik, terutama yang berkaita dengan daya beli.

"Artinya daya beli masyarakat juga membaik karena berbagai kebijakan pemerintah dan juga ada hari raya dan segala macam," paparnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS-Iran Kembali Baku Tembak - Stimulus Berlanjut ke Kuartal II