MARKET DATA

Perluas Pasar Ekspor, RI Incar Kerja Sama Dagang dengan Inggris

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
06 May 2026 10:15
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong perluasan pangsa pasar ekspor baru, termasuk ke negara-negara di Eropa. Hal ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa salah satu negara Eropa yang disasar adalah Inggris. Bersama Inggris, Airlangga membeberkan saat ini tengah berproses menuju kesepakatan dagang bilateral Free Trade Agreement (FTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Terkait langkah pemerintah terkait ekspor, salah satunya adalah di dalam ketidakpastian ini membuka pasar lebih luas," kata Airlangga saat konferensi pers di Kantor Kemenko perekonomian, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

"Dengan Inggris sendiri kita ada perjanjian terkait dengan ekonomi growth partnership dan ini akan berproses menuju FTA atau CEPA. Jadi dalam rangka ini akan terus kita buka," sambung Airlangga.

Pada awal tahun ini, Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan Secretary of State for Business and Trade (DBT) Kerajaan Inggris The Rt Hon Peter Kyle MP, sekaligus menandatangani Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP) di London, Senin (19/01/2026).

Penandatanganan dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperdalam hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Inggris, yang juga merupakan salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia-United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kerajaan Inggris.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi fondasi yang sangat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris. Kemitraan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang memerlukan dukungan perdagangan dan investasi yang besar, khususnya dari sektor swasta dan mitra strategis internasional lainnya.

"Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," ujar Menko Airlangga dikutip dari rilis Kemenko Perekonomian, dikutip Rabu (6/5/2026).

Perjanjian tersebut juga dirancang sebagai kerangka kerja sama yang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha, mencakup sektor-sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi, pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$ 2,66 M di November 2025


Most Popular
Features