MARKET DATA
Internasional

10 Perkembangan Terkini AS-Iran di Timur Tengah, Korsel Ikut Perang?

sef,  CNBC Indonesia
06 May 2026 06:22
FILE PHOTO: A man holds a flag with a picture of late leader of the Islamic Revolution Ayatollah Ruhollah Khomeini, late Supreme Leader of Iran Ayatollah Ali Khamenei and Iran's new Supreme Leader Mojtaba Khamenei, during a rally in Tehran, Iran, Apr
Foto: via REUTERS/Majid-Asgaripour

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, masih terus terjadi di Timur Tengah. Gencatan senjata yang masih berlaku makin tak menentu karena "perang mulut" yang terus terjadi di antara kedua negara, terutama terkait Selat Hormuz.

Berikut perkembangan terkini, Selasa hingga Rabu (6/5/2026), dirangkum CNBC Indonesia, dari beragam sumber.

1.AS Sebut Operasi "Ofensif" Sudah Berakhir

AS telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran. Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Selasa.

Ia mengulangi pernyataan kepada Kongres hampir sebulan setelah gencatan senjata yang rapuh. Kepada wartawan, ia berujar "operasi telah berakhir -- Epic Fury -- seperti yang diberitahukan presiden kepada Kongres".

"Kita sudah selesai dengan tahap itu," ujarnya.

2.Iran Bantah Serang UEA

Militer Iran membantah melancarkan serangan apa pun terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir. Abu Dhabi sendiri telah menuduh Teheran melancarkan serangan drone dan rudal terhadapnya.

3.AS Ancam "Respons Menghancurkan" ke Iran di Selat Hormuz

Pasukan AS siap untuk melanjutkan operasi tempur melawan Iran jika diperintahkan. Hal ini dikatakan perwira militer tertinggi Washington.

Pentagon mengancam akan memberikan respons "menghancurkan" terhadap serangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Peringatan tersebut muncul setelah kepala negosiator Iran yang berpengaruh mengatakan bahwa Teheran "bahkan belum memulai", menyulut kembali perang Timur Tengah.

4.Trump Desak Iran Lakukan Hal Cerdas

Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk "melakukan hal yang cerdas" dan membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang. Ia mengatakan bahkan ketika gencatan senjata goyah bahwa ia tidak ingin membunuh lebih banyak warga Iran.

"Mereka harus melakukan hal yang cerdas, karena kami tidak ingin masuk dan membunuh orang. Sungguh tidak," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval ketika ditanya tentang Iran.

"Saya tidak mau, itu terlalu sulit."

5.Zelensky Tawarkan Bantuan ke Arab

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menawarkan keahlian negaranya dalam memerangi drone buatan Rusia dan Iran kepada negara-negara Timur Tengah. Kali ini, ia menawarkan bantuan kepada Bahrain dalam kunjungan terbarunya ke wilayah tersebut.

"Ukraina siap berbagi keahlian keamanannya dengan Bahrain dan membantu memperkuat perlindungan jiwa," kata Zelensky dalam sebuah pernyataan daring setelah bertemu dengan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa.

6.Seruan Deeskalasi

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ia akan berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa sore. Sementara para pemimpin dunia menekan Iran untuk menegosiasikan pengakhiran perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz memohon kepada Iran untuk "kembali ke meja perundingan dan berhenti menyandera kawasan dan dunia". Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga melakukan hal serupa.

7.Pertemuan Iran-FIFA 

FIFA telah mengundang federasi sepak bola Iran (FFIRI) ke markas besarnya untuk pembicaraan mengenai partisipasi negara tersebut di Piala Dunia tahun ini. Kehadiran Iran di turnamen yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko antara 11 Juni dan 19 Juli, diselimuti ketidakpastian sejak perang meletus.

8.Raksasa Pengiriman Maersk Berlayar di Selat Hormuz

Raksasa pengiriman barang Denmark, Maersk, mengatakan salah satu kapalnya telah berlayar melalui Selat Hormuz di bawah pengawalan AS. Perusahaan menambahkan bahwa transit tersebut selesai "tanpa insiden".

9.India Kritik Serangan ke UEA

India mengutuk serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas energi di UEA yang melukai tiga warga India, dan mendesak akses tanpa gangguan ke Selat Hormuz. UEA mengatakan serangan Iran telah mengenai target termasuk pusat energi Fujairah yang vital, menyebut serangan itu sebagai "eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima".

10.Korsel Mempertimbangkan Terlibat di Selat Hormuz

Korea Selatan (Korsel) mengatakan akan "meninjau posisinya" tentang bergabung dengan operasi AS di Selat Hormuz. Ini setelah Presiden Donald Trump mendesak Seoul untuk ikut serta menyusul serangan Iran yang tampaknya terjadi pada salah satu kapalnya.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perkembangan Terkini Timur Tengah, China 'Juru Damai' Kirim Mediator


Most Popular
Features