Muncul Fenomena Pedagang Warteg Sampai Pasar Mulai Pelit Kasih Plastik
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga plastik membuat beberapa pedagang warteg dan pedagang pasar mulai 'pelit' memberikan plastik secara gratis.
Beberapa pedagang warteg di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai resah dengan harga plastik yang tak kunjung turun. Bahkan, mereka mengeluhkan adanya pembeli yang meminta plastik lebih karena membeli lauk dan sambal dipisah, tetapi porsinya tidak terlalu banyak.
Meski begitu, mereka memilih untuk tidak menaikkan harga jual makanannya karena takut para pembelinya kabur. Salah satunya Irna, pedagang warteg mengungkapkan kenaikan harga plastik membuat biaya membengkak, tetapi Ia terpaksa tidak menaikkan harga jual karena takut pembeli kabur.
"Betul, harga plastik lagi mahal, biasanya kami beli Rp25.000 per pack, sekarang harus beli Rp39.000 per pack. Tapi kami enggak mau naikkin harga makanan, karena nanti pembeli kabur," kata Irna saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (5/5/2026).
Namun, Ia mengeluhkan ada pembeli yang membeli lauk sedikit, tetapi meminta plastik lebih, karena pembeli meminta lauk dipisahkan dengan sambal.
"Tapi yang bikin kami ngeluh, biasanya ada pembeli yang cuma beli lauk 1, seperti tempe, tapi minta sambal dipisah, kan jadi gunain plastik tambahan," terangnya.
Senada dengan Irna, pedagang warteg lainnya yakni Putra juga mengungkapkan tidak menaikkan harga jual di wartegnya. Namun, kenaikan harga plastik membuat pendapatan turun 10%, karena biaya untuk membeli plastik semakin mahal.
"Soal harga plastik mahal, efeknya ke harga, kami enggak naikin ya, seperti biasanya, namun memang yang minta plastik lebih tapi belinya sedikit, itu kami enggak kasih," kata Putra.
Alasan Putra tidak menaikan harga jual makanan karena juga tidak ingin pembelinya hilang, termasuk langganannya.
"Ya memang berat sih kalau kita enggak naikin harga, cuma kalau dinaikin, nanti enggak ada yang beli," jelasnya.
Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Pedagang Pasar Mulai Pelit Kasih Plastik Gratis
Tak hanya pedagang warteg, pedagang pasar juga sudah mulai tidak memberikan plastik gratis jika pembelian sedikit. Beberapa pedagang di Pasar Gili, Tanah Abang, Jakarta Pusat juga mengeluhkan harga plastik tak kunjung menurun.
Namun, alih-alih menaikkan harga produk, justru para pedagang sudah tidak memberikan plastik secara gratis.
Salah satunya Diah, pedagang sembako mengatakan saat ini pembeli yang meminta plastik tambahan untuk keperluan pembungkusan tambahan sudah tidak diberikan lagi.
"Kalau ada pembeli yang minta plastik doubel, enggak saya kasih lagi sih, tapi kalau minta satu sih enggak apa-apa," kata Diah.
Ia juga tidak menaikan harga jual sembako saat harga plastik mengalami kenaikan.
"Enggak, saya enggak naikkan harga jual kok, cuma yang minta plastik lebih, sudah enggak saya kasih," ujarnya.
Begitu juga Rini, pedagang sayuran mengungkapkan pembelian dalam jumlah sedikit, juga tidak memberikan plastik.
"Plastik lagi mahal, pembeli yang biasanya beli sedikit-sedikit, enggak kami kasih plastik, jadinya pakai kertas, ya seperti cabai, kalau pembeliannya cuma sedikit, ya pakai kertas bungkusnya," kata Rini.
Ia pun mengungkapkan harga plastik bukan lagi mengalami kenaikan, tetapi sudah berganti harga.
"Misal plastik bening lah ya, dulu saya bisa beli Rp15.000, sekarang harus beli Rp18.000, ada juga plastik yang tadinya Rp9.000, sekarang sudah di Rp15.000, sudah ganti harga itu namanya," terangnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)