MARKET DATA

Mentan Amran Usul HET Minyakita Ditahan-Minta Empati Produsen Plastik

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
15 April 2026 18:35
Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman meminta produsen plastik tidak menaikkan harga secara berlebihan di tengah kenaikan biaya kemasan yang mulai berdampak pada harga minyak goreng di pasar tradisional, khususnya minyak goreng curah.

Amran pun secara khusus mengimbau para pelaku industri plastik untuk menahan kenaikan harga, dan menunjukkan empati terhadap kondisi saat ini.

"Jadi gini, kan ada kenaikan harga plastik nih. Saudaraku, sahabatku, Bapak/Ibu (produsen plastik) kan sudah lama berbisnis. Pertanyaanku, untung nggak selama ini berbisnis? Kalau masih hidup sampai sekarang, berarti untung kan?" kata Amran di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menekankan pentingnya solidaritas pelaku usaha, agar tidak memperburuk tekanan harga pangan di masyarakat.

"Ya, tolong deh prihatin, empati, perasaan solidaritas kita di saat ada begini. Janganlah naik," lanjutnya.

Meski membuka ruang penyesuaian harga, Amran mengingatkan agar kenaikan tidak dilakukan secara signifikan.

"Naiklah dikit, tapi jangan naik banyak banget sudah," ucap dia.

Minta Tak Ada Kenaikan HET Minyakita

Di sisi lain, Amran juga mendorong tidak adanya kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita, hanya karena kenaikan harga plastik.

Menurutnya, pemerintah dalam waktu dekat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan HET Minyakita.

"Jangan dinaikkanlah," kata Amran

Harga Minyak Curah Naik

Di lapangan, pedagang sembako di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengakui kenaikan harga minyak goreng curah tidak lepas dari melonjaknya biaya plastik kemasan.

"Minyak ini curah Rp23.000 (per kg). Dari sananya sudah Rp21.000 (per kg). Belum plastiknya, plastiknya mahal," kata Rudi.

Temuan ini merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026) kemarin, yang menelusuri langsung penyebab kenaikan harga di pasar.

"Oh plastiknya mahal? Naik berapa persen?" tanya Rizal.

Rudi menjelaskan, harga plastik mengalami kenaikan cukup signifikan. "1 kg sampai Rp15.000-an (harga plastik)."

Ia juga membandingkan lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat. "Sebelumnya ya, kayak Cap Wayang kemarin saya beli di harga Rp40.000, sekarang sudah sampai Rp68.000," sambungnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menyatakan akan mencari solusi bersama lintas kementerian.

"Nanti kita lagi komunikasikan dengan Kementerian Perindustrian, khusus untuk komoditas plastik ini lagi kita upayakan cari solusinya, supaya ada teknologi baru untuk packaging. Karena memang plastik sangat naik harga biji plastiknya," jelas Rizal.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mentan Amran Imbau Pengusaha Agar Tak Naikkan Harga Jelang Nataru


Most Popular
Features