MARKET DATA

Amran Keluarkan Ancaman Keras Sampai Minta Polisi Turun Tangan

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
04 March 2026 15:45
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Kementan, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Kementan, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi permainan harga pangan menjelang Ramadan. Tiga komoditas menjadi sorotan utama yakni daging sapi, minyak goreng, dan ayam ras.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga yang terjadi belakangan ini bukan dipicu masalah produksi, melainkan dugaan praktik spekulatif di level distribusi.

"Karena melihat perkembangan inflasi sedikit ada kenaikan ayam ras, minyak goreng, gula dan minyak goreng, ayam ras, dan daging. Daging. Cabai sekarang terjadi penurunan. Nah, kita khawatir kalau nanti menuju ke bulan puasa, ini tiga yang menonjol di inflasi dan BPS," ujar Amran di Kementan, Rabu (4/3/2026).

Pemerintah, telah memastikan pasokan dalam kondisi aman. Seluruh rekomendasi impor sapi hidup dan daging beku disebut telah diterbitkan sejak akhir tahun lalu.

"Seluruh rekomendasi impor sapi 600.000 ekor sejak Desember sudah keluar, sudah selesai. Daging 280.000 ton juga sudah keluar. Jadi tidak ada alasan lagi di Kementerian Pertanian, sudah selesai," katanya.

Temuan di lapangan justru menunjukkan adanya lonjakan harga di tingkat distributor besar. Salah satu kasus teridentifikasi di Bandung dengan kenaikan signifikan per kilogram.

"Begitu kita cek apa yang terjadi salah satunya di Bandung, itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman. Naik 7.000 per kilo. Jadi ini yang tidak benar," tegasnya.

Amran mengaku telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku yang terbukti memainkan harga. Ia meminta Satgas pangan dan jajaran reserse kriminal khusus turun langsung ke daerah.

"Kami minta Satgas tadi, Dirkrimsus seluruh Indonesia dengan Kasat-Kasat Reskrim seluruh Indonesia, bila perlu diproses segel aja. Nggak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan," ujarnya.

Tak hanya daging, minyak goreng juga menjadi perhatian. Sebagai produsen terbesar dunia, Indonesia dinilai tidak memiliki alasan untuk mengalami lonjakan harga di dalam negeri.

"Minyak goreng adalah kita produsen terbesar dunia. Nggak ada alasan. Sekarang produksi melimpah harga naik tinggi, minyak goreng," katanya.

Ia bahkan mengancam akan mencabut izin usaha jika ditemukan pelanggaran serius, termasuk pada importir sapi bakalan.

"Kalau produsen menaikkan, khususnya importer naikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi," pungkas Amran.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kata Amran Inflasi 2025 Terkendali, Bukti Efek Turun Tangan Pemerintah


Most Popular
Features