MARKET DATA

Beda Jauh dengan China, Energi Terbarukan RI Masih Seuprit

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
28 April 2026 11:53
PLN
Foto: dok PLN

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatat Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Tercatat, dalam satu dekade ini pengembangannya hanya mampu mencapai 0,5 Giga Watt (GW), berbeda dengan China yang mencapai 199 GW per tahun.

Asisten Deputi Percepatan Transisi Energi, Kemenko Perekonomian, Farah Heliantina mulanya menyampaikan, bahwa energi menjadi salah satu sumber untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%.

Di mana, permintaan listrik nasional tentunya akan meningkat, yang diproyeksikan dari 411 Terawatt hour saat ini bisa menjadi hampir 600 Tera Watt hour pada 2030 atau setara 2.000 Tera Watt hour per kapita.

Realitanya saat ini, Indonesia masih mengandalkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, yang tercatat mencapai 60%. Sementara penambahan kapasitas EBT dalam satu dekade terakhir hanya 0,5 GW per tahun.

"Dalam satu dekade terakhir ini hanya 0,5 Giga Watt per tahun dan ini menunjukkan kita masih tertinggal jauh tentunya kalau dari Tiongkok. Kita sangat jauh sekali Bapak-Ibu sekalian, 199 Giga Watt per tahun dibandingkan kita 0,5, ini gap-nya juga sangat-sangat besar," terang Farah dalam paparannya di acara Renewable Energy Zones (REZ) as an Enabling Instrument, Selasa (28/4/2026).

Tak hanya China, Indonesia dikatakan masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam yang mencapai 3,3 GW. "Di 2025 ini investasi global pada energi bersih sebenarnya cukup mengalami peningkatan yang signifikan mencapai US$2,15 triliun hampir dua kali lipat investasi dari bahan bakar fosil yang hanya US$ 1,15 triliun. Jadi sebenarnya kita sudah ada kemajuan tapi mungkin butuh percepatan," terang Farah.

Mengutip data Kementerian ESDM, per 31 Desember 2025 bauran EBT mencapai 15,75% dari total pembangkit nasional. Angka tersebut naik 1,1% jika dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 14,65%.

Artinya, kapasitas EBT terpasang di Indonesia mencapai 15,63 GW. Di mana, tahun 2025 tercatat menjadi tahun penambahan kapasitas EBT terbesar sepanjang 5 tahun terakhir.

Rinciannya, air sebanyak 7,58 GW, diikuti energi bio sebesar 3,14 GW, hingga panas bumi sebesar 2,74 GW, surya 1,49 GW. Sisanya, berasal dari gasifikasi batu bara, angin, sampah, dan lain-lain.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Top! Pelindo Sukses Hadirkan Listrik 24 Jam di Kampung Ausem-Papua


Most Popular
Features