MARKET DATA

Purbaya Ungkap Isi Kepala Prabowo: Kita Dalam Mode Survival!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
22 April 2026 14:15
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Biro KLI Kemenkeu)
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan detail untuk menghadapi tekanan ekonomi global saat ini, terutama yang dipicu makin memburuknya konflik geopolitik.

Sebagaimana diketahui, peperangan di Timur Tengah yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah membuat harga-harga komoditas energi melambung tinggi, dan mengganggu aktivitas perdagangan dunia, akibatnya proyeksi pertumbuhan ekonomi global melambat.

Untuk mengantisipasi risiko tekanan ekonomi global itu, Kepala Negara kata Purbaya meminta supaya pemerintah lebih fokus memastikan penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dalam rangka menjaga daya tahan APBN.

"Di tengah global uncertainty kita harus efisien. Presiden sudah memberi arahan subsidi agar tepat sasaran, konsumsi lebih bijak, transformasi sistem kerja harus dilakukan. Ini bukan sekedar hemat, tapi ini soal economic resilience," tegas Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengungkapkan pikiran-pikiran yang kini tengah mengisi kepala Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Kepala Negara saat ini tengah fokus memikirkan cara bertahan atau survival mode negara di tengah memburuknya ketidakpastian ekonomi dunia.

"Saya mau jelaskan sedikit, di kepala Presiden, kita sekarang sedang dalam mode survival. Jadi bukan business as usual. Semua resources yang ada, kita akan pakai untuk memastikan ekonomi bisa tumbuh secara optimal," ungkap Purbaya.

Mode survival untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi 8% ini lah kata Purbaya yang membuat pemerintah gencar menciptakan satuan tugas khusus untuk mengamankan penerimaan negara, belanja negara, dan kemudahan berusaha.

"Jadi kalau Anda lihat, ada Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) di mana pengelapan-pengelapan, penyelewengan di di kawasan hutan lain-lain dibereskan, itu langkah Presiden yang serius," papar Purbaya.

"Dia enggak mau ada lagi sumber daya alam kita yang dimanfaatkan, tapi return-nya untuk negara tidak bagus. Jadi, itu akan dilakukan terus ke depan," tegasnya.

Oleh sebab itu, Purbaya pun meneruskan isi kepala negara ini kepada jajarannya, supaya juga memiliki cara pandang yang serupa bahwa negara saat ini tengah dalam mode bertahan hidup.

"Jadi, saya tekankan di sini, kita dalam mode survival, semua harus dijalankan semaksimal mungkin. Enggak ada lagi main-main hengki pengki kiri kanan, program prioritas, arahan Presiden jelas," ungkap Purbaya.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hashim: Sistem Pajak & Bea Cukai Sangat-sangat Parah Sekali


Most Popular
Features