Purbaya Cerita Disentil Prabowo Soal Pajak-BC saat Retret Hambalang
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan sempat disindir Presiden Prabowo Subianto terkait masih maraknya praktik underinvoicing hingga merugikan penerimaan negara.
Saat agenda retret di Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1/2026) itu, Purbaya mengaku 'disentil' kepala negara bahwa praktik pengurangan nilai ekspor atau impor itu turut melibatkan jajaran aparat pajak maupun bea cukai.
"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang, dia bilang 'apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?' itu pesan ke saya dari presiden walaupun dia enggak ngeliat ke saya," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
"Ada praktik under invoicing yang masih besar, yang enggak terdeteksi di pajak dan bea cukai," tegasnya.
Oleh sebab itu, Purbaya memastikan, ia masih akan terus melakukan perbaikan internal di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sepanjang tahun ini untuk menangani berbagai praktik kecurangan itu.
"Orang pajak selama ini seperti agak tutup mata. Kalau saya tahu kan mereka pasti lebih tahu dari saya, yang bea cukai seperti itu juga. Jadi kita akan rapihkan organisasi pajak dan bea cukai supaya bekerja lebih serius ke depan," paparnya.
Purbaya pun mengingatkan, bila selama setahun ini perilaku pembiaran praktik kecurangan itu masih terjadi, maka ancaman merumahkan seluruh pegawai di dua institusi itu pasti terjadi.
"Jadi saya akan selamatkan, supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. yang jelek-jelek kita akan rumahkan. saya akan kotakin betul," ungkap Purbaya.
Purbaya menekankan, kepala negara pun sudah mengetahui gambaran besar praktik underinvoicing yang dibiarkan para aparat pajak dan bea cukai itu dan dilakukan berbagai perusahaan, terutama di sektor kelapa sawit, batu bara, hingga baja. Maka, ia mengingatkan, masalah ini akan menjadi pekerjaan serius yang akan dia garap dalam setahun demi menyelamatkan penerimaan negara.
"Itu bagian saya untuk memastikan Saya bisa menjalankan Pesan presiden itu berapa kali-kali. Saya pikir saya sekarang baru 4 bulan kan di sini, kalau 6 bulan lebih enggak ada implementasi lagi ya berarti saya enggak becus kan dalam penilaian atasan kan. Jadi saya akan memastikan kita bergerak ke arah yang diarahkan oleh pemimpin saya," paparnya.
(arj/haa)[Gambas:Video CNBC]