MARKET DATA

Sebelum Kasus Venezuela, Purbaya: Trump Tak Segila yang Dibayangkan

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
08 January 2026 15:11
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan langkah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada periode keduanya sebetulnya tidak terlalu ugal-ugalan, sebelum menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Ia mengatakan, saat pertama kali melancarkan perang tarif resiprokal pada April 2025, Trump terbukti hanya menggertak negara-negara mitra dagang utamanya supaya menerapkan kebijakan perdagangan yang adil. Trump membuka ruang perundingan, meski kebijakan awalnya sempat mengguncang pasar keuangan.

"IHSG dan Rupiah tertekan sebelum penundaan 90 hari, jadi ketika diumumkan semua tertekan karena semua panik, mereka bilang ekonomi akan kacau balau," kata Purbaya saat konferensi pers realisasi APBN 2025, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Saat kebijakannya mengguncang pasar keuangan dan menekan pasar saham maupun kurs rupiah RI, Trump kata Purbaya ternyata mengajak negara mitra dagang utamanya untuk merundingkan masalah tarif dagang itu, termasuk Indonesia.

Selepas itu, pasar keuangan pun mulai tenang hingga tekanan kurs mereda dan IHSG kembali mengalami penguatan.

"Ternyata enggak, Trump juga ternyata enggak segila yang kita duga, dia mundurkan pelan-pelan pelaksanaannya, ya itu keliatannya merupakan startegi Trump tekan negara-negara untuk melakukan negosiasi perdagangan dan lain-lain yang lebih menguntungkan mereka," paparnya.

Meski begitu, Purbaya menyayangkan langkah lanjutan Trump saat menangkap Presiden Venzuela Nicolas Maduro beberapa waktu lalu terakhir.

"Kalau saya pikir sih lebih bagus seperti itu dibandingkan kasus Venezuela," tegas Purbaya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Luncurkan 3 Kapal Perang ke Negara Ini, Sebut Rezim Gak Guna


Most Popular
Features