Menko Airlangga Buka Suara Soal KEK Ganja Medis di RI

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 14/04/2026 07:55 WIB
Foto: Ilustrasi Ganja Medis ( REUTERS/Amir Cohen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ganja medis.

"Belum ada pembahasan," ucap Airlangga dengan singkat dan tegas saa5 ditemui awak media di kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta pada Senin (13/4/2026).


Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan yang ingin adanya pendalaman riset mengenai ganja medis di Indonesia untuk mengukur efek positif dan negatifnya.

Hinca menyinggung Kementerian Kesehatan yang belum membuat pendalaman soal ganja medis. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi III DPR RI terkait RUU tentang Narkotika dan Psikotropika di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

"Kementerian Kesehatan berkali-kali ingkar dan melawan Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemerintah untuk bikin riset tentang ganja medis, nggak pernah dilakukan," ucapnya dalam rapat.

Dirinya juga membandingkan efek antara ganja dan narkoba jenis sabu dalam konteks efek terhadap kasus kriminal. Dirinya berbicara soal ganja yang bermanfaat dalam produksi makanan.

"Kalau sabu berdampak pada tindakan kriminal. Kalau ganja, nggak ada dampaknya pada kriminal. Di kampung kami di Simalungun, Saribudolok, pada waktu itu pertanian paling bagus di republik ini, pangan. Ternyata ganja cara terbaik melindungi tanaman dari virus-virus itu. Dan ganja makanan ternak untuk cepat besar. Berarti ketahanan pangan. Mengapa dimusuhi ganja medis?" ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa selama ini ganja beredar secara gelap dan dilarang. Sehingga dirinya menyinggung wilayah yang diusulkan pembentukan KEK Ganja Medis Indonesia.

"Kan yang dilarang peredaran gelapnya. Kalau begitu, ya kita buat peredaran terang. Dari puluhan ribu pulau di Indonesia, ambil saja 10, fokus di situ semua, di situ rehabilitasinya semua di situ. Wah, kalau itu terjadi, keren itu," ucap Hinca.

"Saya, pertanyaan saya tadi itu seandainya disetujui, ini bagus sekali. Saya mengusulkan dan apakah setuju Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis Indonesia?"


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Airlangga Pimpin Rakor Bahas Kebijakan Energi dan Stimulus