Dikejar El Nino, Bos Bulog Genjot Serap Beras Petani hingga Juli
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani meminta seluruh jajarannya di daerah mempercepat penyerapan gabah dan beras petani dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi berlangsung hingga akhir tahun.
Rizal mengatakan, Bulog telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem tersebut, termasuk langkah-langkah kontingensi dalam menjaga pasokan.
"Tentang El Nino ya.. kami dengan staf seluruhnya, para direksi sudah merencanakan, ada beberapa alternatif-alternatif langkah-langkah kontingensi lah," kata Rizal saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rizal mengatakan, pihaknya melihat momentum panen pada Mei hingga Juli bisa menjadi peluang untuk memperkuat cadangan beras nasional. Menurutnya, kondisi cuaca panas saat puncak panen justru menguntungkan petani, karena membantu proses pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen menjadi lebih baik.
"Dari langkah-langkah kontingensi tersebut, syukur Alhamdulillah kalau nanti di bulan-bulan Mei, Juni, Juli itu pada puncak-puncaknya panen itu panas, petani tambah senang. Gabahnya makin kering," jelasnya.
"Nah kami malah dorong para pinwil (pimpinan wilayah) dan pimpinan cabang Bulog seluruh tanah air agar memaksimalkan panen di awal-awal ini sampai bulan Juli. Karena untuk antisipasi nanti El Nino-nya berkepanjangan sampai di November dan lain sebagainya," sambung dia.
Untuk itu, Bulog menginstruksikan seluruh kantor wilayah dan cabang agar mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani selama periode tersebut.
"Nah oleh karena itu kami sampaikan kepada seluruh jajaran yang ada di daerah, baik Bulog wilayah, maupun cabang untuk menyerap, memaksimalkan di panen sampai bulan Juli ini. Sehingga capaian 4 juta ton itu bisa terserap semaksimal mungkin," ucapnya.
Dengan strategi percepatan penyerapan ini, Bulog berharap dapat mengamankan stok beras nasional lebih awal sebelum dampak El Nino dirasakan lebih luas.
Terpisah, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari mengungkapkan, stok beras pemerintah saat ini sudah mencapai 4,647 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) itu kini sudah disebar ke wilayah-wilayah di Indonesia.
Selain CBP, Bulog juga tercatat memiliki 21.582 ton beras komersial. Sehingga total volume beras yang dikuasi Bulog saat ini ada 4,668 juta ton.
"Cadangan beras pemerintah sudah kita sebarkan ke seluruh Indonesia. Termasuk ke wilayah III, wilayah-wilayah yang masih terdapat kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Juga daerah-daerah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, Kepulauan) yang tadi disebutkan ibu Deputi," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kemendagri, Senin (13/4/2026).
"Kami sudah menyampaikan ke seluruh gudang Bulog seluruh Indonesia. Termasuk juga stok minyak goreng ada 104.660 kiloliter. Ini akan kita gunakan, baik untuk kebutuhan bantuan pangan maupun untuk kebutuhan stabilisasi harga di pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok)," katanya.
Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) |
Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)