MARKET DATA

Bos Bulog Akui Ada Musuh Bersama, Begini Efeknya ke Harga Beras

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
13 April 2026 18:20
Pekerja memeriksa cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pekerja memeriksa cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga bahan baku plastik kemasan menjadi tantangan baru bagi Perum Bulog. Meski biaya meningkat, Bulog memastikan hal itu tidak akan berdampak pada kenaikan harga beras di tingkat konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengakui kemasan plastik kini menjadi persoalan bersama di industri pangan, termasuk bagi Bulog yang banyak menyalurkan beras dalam bentuk kemasan.

"Jadi kemasan ini juga menjadi isu common enemy (musuh bersama) kami juga istilahnya. Menjadi permasalahan bersama, khususnya yang menggunakan plastik-plastik kemasan," kata Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, Bulog telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan dampak kenaikan harga plastik, termasuk penyesuaian kebijakan internal serta koordinasi dengan pemerintah.

"Nah kami kemarin sudah melakukan rapat direksi juga, sudah mengambil kebijakan-kebijakan dan memberikan ruang-ruang khusus, karena kondisinya juga memang harus mengikuti pasar yang ada di daerah. Khususnya kenaikan (harga) bijih plastik yang begitu tinggi. Namun kami juga sudah berkoordinasi kepada Kementerian Perindustrian supaya kami diberikan keringanan, karena yang kita kemas ini kan banyak produk-produk untuk masyarakat, bantuan-bantuan pangan, beras SPHP dan lain sebagainya," ujarnya.

"Sehingga mudah-mudahan kita diberikan harga yang terbaik dengan harga yang paling rendah. Namun tidak mengurangi ataupun menurunkan kualitas dari kemasan tersebut. Harapannya seperti itu buat demikian," sambung dia.

Meski terjadi kenaikan biaya, Bulog berupaya menahan dampaknya agar tidak membebani harga jual.

"Ya, jadi kami kemarin sudah rapat direksi. Jadi disesuaikan dengan kondisi seperti itu. Namun dengan harga yang betul-betul, yang seminimal mungkin untuk menekan supaya cost-nya tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Rizal menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto harga pangan, termasuk beras, tidak akan dinaikkan.

"Jadi sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Jadi sudah ditentukan pada saat beliau memimpin rapat di istana kemarin. Tidak ada kenaikan harga pangan, termasuk harga beras. Jadi tidak ada kenaikan harga pangan maupun harga beras. Yang mana kita ketahui bersama bahwa beras kita dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya. Jadi kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan khususnya beras untuk masyarakat Indonesia," tegas Rizal.

BPS Catat Harga Beras Medium Masih Mahal

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga beras masih mengalami kenaikan meski tipis. Pada pekan kedua April 2026, harga beras medium naik 0,22% dibandingkan Maret 2026, dengan rata-rata mencapai Rp14.287 per kilogram (kg).

Sementara itu, harga beras premium juga naik 0,17% dengan rata-rata Rp16.047 per kg.

Menanggapi hal tersebut, Rizal menilai kenaikan tersebut relatif kecil, namun tetap menjadi perhatian Bulog.

"Ya, kami sudah melaksanakan rapat-rapat, dari kemarin, hari minggu. Kami sudah rapat evaluasi. Kami rapat mingguan bahkan rapat harian biasanya ada. Terkait adanya isu kenaikan-kenaikan, memang ada kenaikan inflasi 0,03 persen dari evaluasi BPS kemarin," ujarnya.

Ia pun mengakui, kenaikan harga beras turut memberi andil terhadap inflasi, meski dalam skala terbatas.

"Jadi kenaikan beras itu, salah satu penyumbang kenaikan inflasi 0,03 persen," imbuh dia.

Untuk meredam gejolak harga, Bulog telah menyiapkan langkah cepat melalui operasi pasar di daerah yang terdampak.

"Namun ini kan kecil sekali, namun kami sudah perintahkan, antisipasi, langkah, untuk melaksanakan segera operasi pasar di masing-masing wilayah yang mengalami kenaikan," pungkasnya. 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Begini Cara Bulog Kirim Beras ke Lokasi Bencana Sumatra Secepat Kilat


Most Popular
Features