MARKET DATA

Lewati Masa Sulit, Cadangan LPG RI Aman di Atas 10 Hari

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
08 April 2026 20:15
Konferensi pers di Istana Negara, Jakarta. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Konferensi pers di Istana Negara, Jakarta. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa Indonesia telah melewati masa sulit ihwal stok Liquefied Petroleum Gas (LPG). Saat ini cadangan LPG RI sudah berada di atas level 10 hari.

Menteri Bahlil meyakini, bahwa impor LPG dari beberapa negara sebentar lagi akan masuk ke Indonesia. "Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (4 April 2026). Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari, sebentar lagi kapal kita masuk," terang Bahlil di Istana Negara, Rabu malam (8/4/2026).

Sebagaimana disampaikan Bahlil sebelumnya, bahwa pemerintah Indonesia sudah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke beberapa negara. Seperti misalnya Amerika Serikat (AS) dan juga Australia.

Dalam catatan sebelumnya, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Efek Kesepatan Baru, Porsi Impor LPG RI dari AS Melejit Jadi 70%


Most Popular
Features