MARKET DATA

Stok Aman! RI Sudah Dapat Pengganti Impor LPG dari Timur Tengah

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
06 April 2026 13:32
Pekerja memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3kg di salah satu agen di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pekerja memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3kg di salah satu agen di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam kondisi aman. Hal ini sekali pun, impor dari negara-negara di Timur Tengah terkendala.

Pasalnya, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) sudah mengganti pasokan dari Timur Tengah tersebut ke Amerika Serikat (AS) hingga Australia.

"LPG sampai dengan sekarang Insya Allah doain kita tetap aman karena yang kita ambil dari Middle East itu sudah kita alihkan ke negara lain ya, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain," terang Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Sebagai catatan, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Tak cuma LPG, peralihan impor juga terjadi untuk minyak mentah. Di mana pemerintah, kata Bahlil sudah mengalihkan impor ke Angola, Nigeria dan juga Afrika.

Di sisi lain, sebelumnya Bahlil sempat mengatakan, bahwa kebutuhan produk BBM jadi (bensin) mulai banyak dipenuhi secara domestik melalui Kilang RDMP Balikpapan yang memproduksi 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter solar.

"Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi Insya Allah clear," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article ESDM Siapkan 4 Jurus Tekan Impor LPG & BBM


Most Popular
Features