MARKET DATA

Bahlil Akhirnya Ungkap Negara Pengganti Impor LPG RI dari Timur Tengah

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
06 April 2026 13:45
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Jepang pada Minggu (29/3) untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara. (Tangkapn layar instagram)
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Jepang pada Minggu (29/3) untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara. (Tangkapn layar instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan negara-negara pengganti impor Liquefied Petreoleum Gas (LPG) dari Timur Tengah. Diantara negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS) hingga Australia.

"LPG sampai dengan sekarang Insya Allah doain kita tetap aman karena yang kita ambil dari Middle East itu sudah kita alihkan ke negara lain ya, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain," terang Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Sebagai catatan, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Tak cuma LPG, peralihan impor juga terjadi untuk minyak mentah. Di mana pemerintah, kata Bahlil sudah mengalihkan impor ke Angola, Nigeria dan juga Afrika.

Di sisi lain, sebelumnya Bahlil sempat mengatakan, bahwa kebutuhan produk BBM jadi (bensin) mulai banyak dipenuhi secara domestik melalui Kilang RDMP Balikpapan yang memproduksi 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter solar.

"Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi Insya Allah clear," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Salurkan LPG 3 Kg untuk Warga Aceh, Pertamina Hadirkan Operasi Pasar


Most Popular
Features