MARKET DATA

Ini Sumber Pasokan LPG-Minyak RI Pengganti Arab Cs

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
08 April 2026 08:15
PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))
Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan mengenai negara-negara pengganti impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Timur Tengah. Diantara negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS), Australia bahkan Afrika.

"LPG sampai dengan sekarang Insya Allah doain kita tetap aman karena yang kita ambil dari Middle East itu sudah kita alihkan ke negara lain ya, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain," terang Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Rabu (8/4/2026).

Sebagai catatan, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Tak cuma LPG, peralihan impor juga terjadi untuk minyak mentah. Di mana pemerintah, kata Bahlil sudah mengalihkan impor ke Angola, Nigeria dan juga Afrika.

Di sisi lain, sebelumnya Bahlil sempat mengatakan, bahwa kebutuhan produk BBM jadi (bensin) mulai banyak dipenuhi secara domestik melalui Kilang RDMP Balikpapan yang memproduksi 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter solar.

"Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi Insya Allah clear," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Danantara Ungkap Sumber Impor Minyak RI, Mayoritas dari Negara Ini


Most Popular
Features