MARKET DATA
Internasional

Macron 'Marah Besar' ke Trump! Minta Dunia Mandiri-Tinggalkan AS

tps,  CNBC Indonesia
06 April 2026 07:40
Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato di hadapan delegasi selama pertemuan tingkat tinggi para kepala negara mengenai solusi dua negara antara Israel dan Palestina di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato di hadapan delegasi selama pertemuan tingkat tinggi para kepala negara mengenai solusi dua negara antara Israel dan Palestina di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Eduardo Munoz)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kekuatan-kekuatan menengah di dunia untuk bersatu guna melawan dominasi Amerika Serikat (AS). Macron menekankan pentingnya kemandirian agar negara-negara lain tidak menjadi bawahan dari kekuatan hegemonik tersebut.

Mengutip laporan dari Bloomberg pada Kamis, (03/04/2026), Macron menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Asia. Dalam lawatan itu, ia membahas keamanan maritim di Selat Hormuz serta kerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang, dua negara yang terdampak kenaikan harga energi.

"Tujuan kami adalah untuk tidak menjadi pengikut dari dua negara hegemonik. Kami tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, dan kami juga tidak ingin menjadi terlalu rentan terhadap ketidakterdugaan Amerika Serikat," ujar Macron.

Presiden Prancis tersebut menyatakan bahwa negara-negara Eropa berbagi agenda yang sama dengan Jepang dan Korea Selatan terkait isu hukum internasional, demokrasi, perubahan iklim, dan kesehatan global. Selain itu, Macron menyebut Australia, Brasil, Kanada, dan India sebagai negara-negara yang memiliki kesamaan visi.

"Bersama-sama, koalisi semacam itu dapat bekerja pada kecerdasan buatan, ruang angkasa, energi, tenaga nuklir, pertahanan, keamanan-dan apa pun," kata Macron.

Pernyataan Macron muncul saat Presiden AS Donald Trump memperbarui serangannya terhadap NATO dan sekutu lainnya. Trump secara khusus mengkritik Prancis dan Korea Selatan karena dianggap kurang memberikan dukungan terkait isu Iran, serta mengecam Prancis yang tidak mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udaranya.

"Amerika Serikat adalah negara besar. Namun dengan pendekatannya saat ini, ia berisiko membuka kotak Pandora. Saya tidak percaya kita akan memperbaiki situasi ini melalui pengeboman atau tindakan militer semata," tutur Macron.

Sebagai gantinya, Macron mengusulkan pembentukan mekanisme dekonflik dengan Iran. Ia juga menyarankan adanya misi pengawalan bagi kapal-kapal di Selat Hormuz segera setelah aksi pengeboman berakhir.

Terkait ancaman Trump yang ingin menarik AS keluar dari NATO, Macron memperingatkan bahwa keraguan terhadap komitmen Washington dapat merusak fondasi aliansi tersebut. Ia mendesak para pemimpin dunia untuk bersikap serius dalam menjaga kerja sama strategis yang ada.

"Saya percaya organisasi dan aliansi seperti NATO ditentukan oleh apa yang tidak terucapkan-yaitu kepercayaan yang mendasarinya, dan itu sering kali berlaku pada masalah militer dan strategis. Jika Anda mempertanyakan komitmen Anda setiap hari, Anda mengikis esensi dari aliansi tersebut," tegas Macron.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Macron Sebut Perang Masa Depan di Luar Angkasa, Singgung Rusia


Most Popular
Features