Bea Keluar Batu Bara-Nikel Jadi Diterapkan 1 April? Ini Kata Bahlil
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan rencana penerapan bea keluar untuk komoditas batu bara dan nikel kemungkinan belum akan berlaku dalam waktu dekat, termasuk pada 1 April mendatang.
Menurut dia, pemerintah masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan final. Adapun, hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.
"Saya pikir belum (1 April 2026). Karena itu menunggu hasil kajian kami dengan tim dari ESDM dan tim dari Kementerian Keuangan," ujar Bahlil ditemui di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/8/2026).
Sementara itu, saat disinggung apakah nantinya hanya akan ada satu jenis pungutan berupa bea keluar, Bahlil juga belum memberikan kepastian.
"Aku kan udah ngomong, pajak bea keluar belum diputuskan. Lagi dihitung oleh tim Menteri ESDM sama Kementerian Keuangan ya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui besaran bea keluar untuk komoditas batu bara dan nikel. Adapun keputusan angka yang akan ditetapkan akan dirapatkan lintas kementerian hari ini, Kamis (26/3/2026).
"Yang jelas kita akan putuskan rapatnya besok. Tapi yang jelas Presiden sudah menuju angka tertentu, jadi nggak ada masalah," ujar Purbaya pada Halal Bihalal bersama pewarta, Rabu (26/3/2026).
Purbaya menjelaskan, meskipun angka pasti sudah mengarah pada satu besaran tertentu sesuai arahan Presiden, keputusan final akan diambil setelah pembahasan teknis rampung.
"Presiden bilang sekian aja, tapi kan teknisnya mesti dimatangkan, karena begitu matang, kita umumkan," ujarnya.
"Angka sudah diputuskan oleh Presiden, tapi kan rapatnya bisa didiskusikan dulu, baru kita bisa keluarkan seperti apa nanti. Tapi yang jelas akan dikenakan biaya keluar sesuai dengan arahan Presiden. Bukan saya yang memutuskan loh," ujarnya.
Purbaya juga mengakui bahwa pelaku usaha kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya setuju dengan kebijakan bea keluar tersebut.
"Mereka pasti nggak setuju. Tapi kan harga batu bara tinggi sekali sekarang, US$ 135 lebih," ujarnya
(pgr/pgr) Add
source on Google