Pemerintah Akan Terapkan Bea Keluar Batu Bara-Nikel, Ini Bocorannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tengah mengkaji rencana penerapan bea keluar terhadap batu bara hingga produk nikel olahan, khususnya adalah nickel pig iron (NPI).
Menurut Bahlil, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan penerimaan negara di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.
"Karena dalam kondisi negara seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif sumber-sumber pendapatan. Salah satu diantaranya karena kita dorong untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi," kata Bahlil ditemui di Kemenko Perekonomian, dikutip Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan perhitungan dan kajian terkait formulasi yang tepat untuk penerapan bea keluar dari produk NPI, termasuk skema dan besaran tarifnya. "NPI produk daripada nikel lagi kita menghitung. Ini lagi kita menghitung ya. Sekali lagi, saya lagi menghitung tentang formulasi daripada pengenaan pajak NPI-nya," ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil membeberkan adanya arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Terutama untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam, khususnya mineral.
Menurut Bahlil, Prabowo menekankan agar kepentingan negara menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang merupakan aset strategis negara.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya. Dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara," kata Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026).
Dalam konteks itu, Kementerian ESDM diminta untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru yang selama ini dinilai belum memberikan porsi optimal.
Adapun, salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah penyesuaian Harga Patokan Mineral (HPM) untuk komoditas nikel yang berpotensi mengalami kenaikan. "Kemungkinan besar HPM untuk nikel saya akan naikkan," tambah Bahlil.
Batu Bara
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo telah menyetujui besaran bea keluar untuk komoditas batu bara dan nikel.Â
Purbaya menjelaskan, meskipun angka pasti sudah mengarah pada satu besaran tertentu sesuai arahan Presiden, keputusan final akan diambil setelah pembahasan teknis rampung. "Presiden bilang sekian aja, tapi kan teknisnya mesti dimatangkan, karena begitu matang, kita umumkan," ujarnya.
"Angka sudah diputuskan oleh Presiden, tapi kan rapatnya bisa didiskusikan dulu, baru kita bisa keluarkan seperti apa nanti. Tapi yang jelas akan dikenakan biaya keluar sesuai dengan arahan Presiden. Bukan saya yang memutuskan loh," ujarnya.
Purbaya juga mengakui bahwa pelaku usaha kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya setuju dengan kebijakan bea keluar tersebut. "Mereka pasti nggak setuju. Tapi kan harga batu bara tinggi sekali sekarang, US$ 135 lebih," ujarnya
source on Google [Gambas:Video CNBC]