MARKET DATA

Jalur Green Line Belum Kebagian KRL Baru China & INKA, Ini Alasannya

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
27 March 2026 14:35
Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT KAI Commuter mengungkapkan alasan jalur KRL Tanah Abang-Rangkasbitung belum mendapatkan KRL baru dari China dan PT INKA (Persero) dan saat ini masih menggunakan KRL eks Jepang dengan stamformasi 10 gerbong atau SF 10.

Corporate Secretary Vice President KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan KRL baru buatan China dan INKA menggunakan stamformasi 12 kereta atau SF 12, sehingga belum bisa digunakan di jalur tersebut. Apalagi, kedua KRL baru tersebut menggunakan daya listrik yang cukup besar dan kapasitas listrik jalur Tanah Abang-Rangkasbitung belum cukup untuk operasional kedua KRL baru tersebut.

"Untuk rangkaian KRL buatan INKA dan CRRC (China) merupakan rangkaian dengan SF 12, sehingga belum bisa di green line dikarenakan perlu dilakukan penambahan kapasitas prasarana yaitu penambahan daya Listrik Aliran Atas (LAA) dan perpanjangan peron di beberapa stasiun," kata Karina kepada CNBC Indonesia.

Meski begitu, KAI Commuter selaku operator KRL Commuter Line di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung selalu berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar adanya peningkatan daya listrik dan prasarana lainnya.

Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

"KAI Commuter sebagai operator Commuter Line, kami berupaya memberikan layanan terbaik untuk semua pengguna tidak hanya di green line, namun demikian perlu adanya peningkatan tidak hanya dari sarana tapi juga prasarananya, termasuk daya listrik dan pengembangan lebih lanjut di Stasiun Tenjo . KAI Commuter dan KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah dan PT KAI untuk pengembangan perekeretaapian di jalur tersebut," jelasnya.

Namun, KAI Commuter sejatinya sudah sempat mengujicobakan KRL baru dari China di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung, meski operasional belum bisa dilakukan. Selain itu, pada 28 Februari lalu, KAI Commuter juga Kembali mengujicobakan KRL SF 12 menggunakan KRL seri JR 205.

"Belum lama ini, KAI Commuter melakukan ujicoba perjalanan KRL dengan SF 12 pada lintas Rangkasbitung sebagai bentuk komitmen kami untuk menambah kapasitas rangkaian," ujarnya.

Saat ini, KRL baru sudah beroperasi sebanyak 16 trainset di jalur Jakarta Kota-Bogor dan Bekasi/Cikarang-Kampung Bandan. Rincian yang sudah beroperasi yakni 11 trainset KRL baru dari China dan 5 trainset KRL baru buatan INKA.

(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengumuman! Jadwal KRL ke Cikarang dan Rangkasbitung Besok Berubah


Most Popular
Features