MARKET DATA

Anker KRL Green Line Ngeluh Berdesakan dan Nunggu Lama, KCI Buka Suara

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
27 March 2026 11:55
Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna rutin (anak kereta/anker) KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung makin mengeluhkan penuhnya KRL pada jam-jam sibuk di hari kerja dan keluhan tersebut sempat membanjiri beberapa media sosial. Banyak pengguna KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang mengeluhkan susahnya menaiki KRL saat berangkat dan pulang kerja.

PT KAI Commuter pun buka suara soal makin banyaknya keluhan penumpang rutin di jalur tersebut saat jam sibuk kerja yakni pada pagi hari dan sore hari.

Corporate Secretary Vice President KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan semakin padatnya KRL Tanah Abang-Rangkasbitung pada jam-jam padat terjadi karena adanya kenaikan jumlah penumpang, tetapi tidak diikuti oleh penambahan jumlah kereta, meski KAI Commuter sudah menambah dua perjalanan tambahan pada jam sibuk.

"Jumlah penumpang semakin meningkat tiap tahunnya, di 2025, penumpang KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung naik 11% menjadi 77 juta lebih orang, dari 2024 yang mencapai 69 juta lebih. Kami sudah menambahkan 2 perjalanan tambahan di jam-jam sibuk, yang sebelumnya 204 perjalanan di 2025, menjadi 206 perjalanan pada tahun ini," kata Karina kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, untuk jam-jam sibuk, jarak antar KRL atau headway masih sekitar 10-15 menit, sehingga penumpukan di jam-jam sibuk masih terjadi.

Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Untuk headway perjalanan Tanah Abang-Rangkasbitung, umumnya 10-15 menit, di mana lintas Tanah Abang-Serpong headwaynya mencapai 10 menit, sedangkan Serpong-Rangkasbitung bisa 15 menit pada jam sibuk," tambahnya.

Karina menjelaskan, alasan headway KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang masih sekitar 10-15 menit di jam sibuk karena prasarananya belum memadai untuk diperpendek headwaynya.

"Headway belum bisa kami perpendek karena prasarana persinyalan di lintas tersebut masih menggunakan sistem otomatis blok tertutup, sehingga perjalanan antar KRL hanya dapat melayani perjalanan KRL dari satu stasiun ke satu stasiun lainnya," jelasnya.

Kendala lainnya, menurutnya yakni kapasitas kelistrikan di jalur tersebut juga belum mampu untuk mengoperasikan KRL lebih panjang, seperti KRL dengan formasi 12 kereta.

"Kendala kapasitas prasarana yaitu daya listrik aliran atas (LAA) dan peron yang belum dapat menampung KRL SF 12 turut menjadi penyebab pengoperasian KRL belum optimal," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tetap menjaga agar headway di jam-jam sibuk bisa terjaga di sekitar 10-15 menit. Upaya lainnya yakni terus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan jajaran terkait agar prasarana di jalur tersebut bisa diperbarui, agar headway dan kapasitas KRL bisa bertambah.

"Belum lama ini, KAI Commuter melakukan ujicoba perjalanan KRL dengan SF12 pada lintas Rangkasbitung sebagai bentuk komitmen kami untuk menambah kapasitas rangkaian. Selain itu, dengan menjaga headways perjalanan pada jam sibuk, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan KAI untuk pengembangannya," pungkasnya.

(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bocoran KA Petani dan Pedagang Rute Merak-Rangkasbitung ke Tanah Abang


Most Popular
Features