MARKET DATA

Ngeluh Desak-desakan & Nunggu Lama, Ini Harapan Anker KRL Green Line

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
27 March 2026 10:45
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna rutin KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung juga mengeluhkan rangkaian yang beroperasi di jalur tersebut masih menggunakan KRL bekas Jepang yang sudah beroperasi di Jabodetabek sekitar 10 tahun dan masih menggunakan formasi rangkaian 10 kereta atau SF10.

Salah satunya Firhan, penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung untuk perjalanan Rawa Buntu-Kebayoran, di mana Ia mengeluhkan kondisi KRL yang hanya terdiri dari 10 kereta, membuat banyak pengguna rutin lainnya tidak bisa masuk ke dalam KRL. Dari Stasiun Rawa Buntu, kondisi KRL sudah sangat padat dan mulai sulit untuk masuk.

"Saya naik dari Rawa Buntu, KRL yang jam 08:00 WIB ke arah Tanah Abang, turunnya di Kebayoran, itu pas masuk Rawa Buntu, KRL-nya sudah penuh, ketambahan dari Rawa Buntu sudah mulai padat," kata Firhan kepada CNBC Indonesia, Kamis sore di dalam gerbong KRL Green Line (26/3/2026).

Setelah Rawa Buntu, penumpang makin padat karena stasiun-stasiun berikutnya, sudah banyak penumpang yang akan naik. Di Stasiun Sudimara, bahkan penumpang banyak yang tidak bisa masuk atau terangkut karena KRL sudah sangat padat.

"Pas sampai di Sudimara, sudah enggak bisa masuk lagi, apalagi stasiun-stasiun berikutnya seperti Jurangmangu dan Pondok Ranji," lanjutnya.

Ia berharap kapasitas KRL bisa ditambahkan, dengan mengoperasikan secepatnya KRL 12 gerbong.

Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Iya, sudah saatnya jalur ini dilayani KRL 12 gerbong sih, kalau 10 terus, yang ada makin enggak terangkut penumpang setelah Rawa Buntu," terangnya.

Senada dengan Firhan, Okto, penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang naik dari Stasiun Jurangmangu mengungkapkan kondisi KRL jalur tersebut juga sudah tidak memungkinkan.

"Ampun deh kalo pagi-pagi hari kerja dari Jurangmangu ke Tanah Abang, 2 sampai 3 kali KRL lewat baru bisa keangkut, itupun masih desak-desakan di dalam. Pengalaman naik KRL di jam 07:00-08:00 WIB," kata Okto.

Ia pun berharap kapasitas KRL bisa ditambah, dengan mengoperasikan KRL SF 12 di jalur tersebut. Selain itu, Ia juga berharap prasarana bisa lebih ditingkatkan seperti persinyalan, penambahan daya listrik, dan merubah perlintasan sebidang menjadi non-sebidang seperti flyover atau underpass.

"Harapannya sih upgrade persinyalan agar headway bisa rapat seperti jalur Bogor, lalu ditambah daya listriknya, nanti bisa disusul pengoperasian KRL SF12, terakhir bangun perlintasan tidak sebidang (flyover/underpass) di perlintasan yang volume kendaraannya tinggi," tambahnya.

Sementara itu, Noval, pengguna rutin lainnya yang naik dari Stasiun Sudimara, mengaku antrian penumpang yang ingin masuk ke dalam KRL bisa mencapai 4-5 baris di jam sibuk sekitar pukul 07:00 hingga 08:00 WIB. Hal ini menandakan penumpang baru bisa masuk tiga KRL berikutnya dan mereka harus menunggu lebih dari 15 menit.

"Emang kalo sehari-hari, apalagi yang naik dari Sudimara, ya digencet dan menggencet biar bisa masuk. Kalau enggak bisa masuk, antrian di peronnya bisa sampai 4-5 baris, kebayang kan bagaimana," kata Noval.

Seperti halnya penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung lainnya, Ia berharap kapasitas rangkaian bisa ditingkatkan lagi, dengan mengoperasikan KRL SF 12.

"Ya kapasitas listriknya ditingkatin lagi, biar KRL SF 12 bisa beroperasi, persinyalan juga diganti jadi blok terbuka, biar KRL belakangnya enggak harus nunggu KRL di depannya jauh," terangnya.

(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Naik KRL dari Manggarai ke Tanah Abang, Prabowo Terkesan Bilang Begini


Most Popular
Features