Purbaya Akan Perpanjang Deadline Lapor SPT Orang Pribadi Jadi 30 April

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Rabu, 25/03/2026 13:31 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Kementerian Keuangan akan memperpanjang batas tenggat pelaporan SPT Tahunan pajak bagi wajib pajak orang pribadi atau individu.

Tenggat batasan lapor SPT bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) diperpanjang hingga akhir April 2026, dari semula 31 Maret 2026. Purbaya pun mengira Dirjen Pajak Bimo Wijayanto sudah mengungkapkan perihal perpanjangan tenggat pelaporan SPT ini.


"Batas lapor SPT boleh kayak gitu (disamakan sama WP Badan pada Akhir April), Bimo (Dirjen Pajak) bukannya sudah ngomong?" paparnya, Rabu (25/3/2026).

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto sebelumnya memang membuka opsi perpanjangan masa pelaporan SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi. Perpanjangan ini mengingat batas akhir pelaporan bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.

Ia mengatakan, evaluasi akan dilakukan sekitar satu minggu sebelum lebaran. Jika grafik pelaporan menunjukkan tren peningkatan, maka batas waktu pelaporan kemungkinan sesuai dengan jadwal.

"Kita lihat seminggu sebelum lebaran. Kalau grafiknya (pelaporan) bisa naik, kemungkinan akan stay as it is ya batas WP OP," ujar Bimo kepada pewarta di menara Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Namun, saat itu, Bimo menegaskan usulan tersebut nantinya juga akan terlebih dahulu disampaikan kepada Menteri Keuangan untuk mendapatkan persetujuan.

"Tapi kita juga sudah siap antisipasi tergantung level of confidence kita ketika satu minggu sebelum lebaran. Nanti akan saya sampaikan ke Pak Menteri dulu untuk minta izin," ujarnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ucapkan Selamat Idulfitri, Purbaya Yakin Ekonomi RI Kuat