Mentan Amran Mendadak Didatangi Pejabat Polri, Ada Apa?

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 10:57 WIB
Foto: Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar temui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendatangi Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), pada Rabu (11/3/2026) pagi, untuk bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan program swasembada jagung nasional, termasuk optimalisasi perluasan lahan tanam hingga lebih dari 1 juta hektare pada 2026.

Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar mengatakan pertemuan dengan Mentan Amran dilakukan untuk mengevaluasi capaian penanaman jagung, serta menyusun langkah percepatan ke depan.

Anwar menuturkan, pada tahun sebelumnya Polri mendapat target untuk mendorong penanaman jagung hingga 1 juta hektare. Namun realisasi di lapangan sejauh ini baru mencapai sekitar 650 ribu hektare.


"Agenda hari ini terutama yang berkaitan dengan Polri adalah bagaimana kita untuk mengoptimalisasi peningkatan swasembada jagung dari 2025 ke 2026, kan gitu. Kalau kemarin kita ditargetkan 1 juta hektar jagung, baru tertanam 650 ribu hektare," kata Anwar di kantor Kementan, Jakarta.

Ia mengatakan, pemerintah kini berupaya memaksimalkan perluasan tanam jagung agar dapat mencapai bahkan melampaui target tersebut. Upaya ini dilakukan melalui penguatan dari sisi hulu hingga hilir.

"Sekarang dimaksimalkan bahkan lebih dari 1 juta hektare dengan berbagai macam hulu sampai ke hilir. Dari berbagai modernisasi alam, terus kemudian bibit, pupuk, bahkan nanti ke hilirnya, termasuk penampungan dan termasuk penjualan," ujarnya.

Foto: Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar temui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan, jagung yang diproduksi juga berpotensi dimanfaatkan untuk sektor energi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi antara Polri dan Mentan Amran pagi hari ini.

"Nah, berikutnya adalah tadi kita sudah diskusikan dengan Pak Menteri Pertanian bahwa ke depan kita akan melaksanakan optimalisasi itu, mudah-mudahan 1 juta hektar tercapai dan nanti selain untuk pakan, nanti juga bisa digunakan untuk energi. Intinya itu," katanya.

Namun demikian, target perluasan lahan tanam jagung masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Menurut Anwar, sejumlah kendala utama berasal dari faktor alam hingga kondisi lahan yang berbeda-beda di setiap daerah.

"Kalau kendala banyak sekali ya. Terutama ada bencana, kemudian anomali cuaca, terus kemudian lahan yang berbeda-beda, ada lahan pegunungan, ada lahan sawah, dan sebagainya," ucap dia.

Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran juga disebut langsung merespons kebutuhan dukungan alat dan mekanisasi pertanian untuk mempercepat penanaman.

"Terus kemudian tadi kita sudah komunikasi dengan Pak Menteri, modernisasi alat langsung Pak Menteri eksekusi. Berapa butuhnya untuk traktor, berapa butuhnya untuk alat tanam dan sebagainya, yang tidak bisa saya rinci, langsung dieksekusi langsung oleh Pak Menteri tadi," kata Anwar.

Sementara itu, saat ditanya mengenai rencana pemanfaatan jagung untuk energi bioetanol, Mentan Amran mengatakan, pemerintah masih berproses terkait skema tersebut.

"Tunggu, kita masih proses," ujar Amran singkat.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Kemantan Genjot Produksi Jagung & Sejahterakan Petani