Bahlil Minta Warga RI Jangan Panic Buying, Harga BBM Gak Naik!
Jakarta, CNBC Indoneia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global akibat konflik yang terjadi di timur tengah.
Menurut dia, pemerintah memastikan pasokan energi tetap aman dan harga BBM maupun LPG tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri.
"Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak perlu panic buying. Insya allah BBM kita LPG kita negara akan hadir," kata Bahlil dalam acara Podcast, dikutip Rabu (11/3/2026).
Di samping itu, Bahlil membeberkan bahwa pemerintah telah membahas kondisi energi nasional dalam rapat terbatas bersama Presiden. Dalam rapat tersebut diputuskan tidak ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
"Dan satu lagi saya kemarin baru rapat dengan Presiden di Ratas, tidak ada kenaikan BBM sampai Hari Raya Idulfitri selesai," ujarnya.
Bahlil mengatakan pemerintah akan hadir dengan menambah anggaran subsidi agar tidak terjadi kenaikan harga. Mengingat, di dalam APBN, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dipatok sebesar US$70 per barel, sementara saat ini harga minyak telah mencapai sekitar US$100 per barel.
"Sekarang kan di APBN kita kan ICP US$ 70 per barel sekarang sudah tembus US$ 100 per barel, kenaikan itu kita masih mampu membiayai jadi masih ditanggung oleh negara," ujar Bahlil.
Sebagaimana diketahui,Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan beberapa menteri anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Pertemuan tersebut untuk membahas langkah-langkah strategis nasional dan persiapan jelang Hari Raya Idulfitri.
Dilansir akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (10/3/2026), terlihat hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu yang pertama progres swasembada.
"Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak," tulis @sekretariat.kabinet.
Kedua, kesiapan Idulfitri. "Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri," tulis @sekretariat.kabinet.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]