Internasional

Perang Arab Makan Korban Tetangga RI, Antrean BBM Ngular-WFO 4 Hari

sef, CNBC Indonesia
Senin, 09/03/2026 16:40 WIB
Foto: (AP/Aaron Favila)

Jakarta, CNBC Indonesia- Panic buying bahan bakar (BBM) terjadi di negara tetangga RI, Filipina. Antrean terbentuk di SPBU dan para pejabat memperingatkan agar tidak menimbun bahan bakar.

Mengutip AFP, warga berlomba mengisi tangki mereka, Senin (9/3/2026). Ini terjadi menjelang lonjakan harga yang diperkirakan akan terjadi akibat perang AS-Israel melawan Iran.


"Kenaikan (bahan bakar) akan terjadi bertahap selama tiga atau lima hari, tergantung perusahaannya," kata Menteri Energi Sharon Garin.

"Kita harus ingat bahwa ini bukan harga yang diatur pemerintah. Mereka hanya perlu memberi tahu kita berapa kenaikannya dan membenarkannya," tambahnya.

Berbicara ke komite kongres, Garin mengatakan biaya bahan bakar akan naik antara 17 (Rp 4.846) dan 24 peso (Rp 6.841) per liter minggu.

Antrean di SPBU

Di sebuah SPBU di Metro Manila, antrean terlihat meliputi sepeda motor, taksi, dan mobil pribadi. Kendaraan-kendaraan tersebut dilaporkan mengantre di bawah terik matahari.

Petugas SPBU Enrico Guda, 31 tahun, mengatakan jumlah kendaraan yang biasanya dilayani SPBU tersebut dalam sehari telah berlipat ganda menjadi sekitar 1.000. Pelanggan ingin mengisi bahan bakar sebelum harga melonjak.

"Antrean sudah dimulai 24 jam yang lalu. Pagi, siang, bahkan saat subuh," katanya.

Seorang mahasiswa berusia 25 tahun, Francis Aranda, mengatakan bahwa lonjakan harga tersebut "menyakitkan". Ia berencana menggunakan setengah dari jatah bahan bakar mingguannya agar tidak perlu khawatir dalam beberapa hari mendatang.


"Terutama jika perang di Iran berlanjut," katanya.

Sementara itu, polisi telah diinstruksikan untuk memeriksa stasiun bensin di wilayah mereka dan mengumpulkan bukti penimbunan atau pengambilan keuntungan berlebihan. Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Brigadir Jenderal Randulf Tuano, mengatakan akan ada penindakan tegas.

Di sisi lain, kenaikan juga akan terjadi di transportasi unggulan Filipina sebagai negara kepulauan, kapal feri. Operator sudah mengumumkan kenaikan tarif.

Starlite Ferries, operator yang relatif kecil di Filipina tengah, mengumumkan kenaikan 25% berlaku Selasa. Sementara Montenegro Shipping Lines, yang mengoperasikan armada 48 kapal, mengatakan harga mereka akan naik 10-20% mulai 23 Maret.

Kerja 4 Hari Seminggu

Sebelumnya, Presiden Ferdinand Marcos pekan lalu mengumumkan peralihan hari masuk kerja dari lima kali seminggu, menjadi empat hari seminggu. Ini berlalu untuk pegawai pemerintah (PNS) yang tidak penting.

Ia juga memerintahkan lembaga-lembaga untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik mereka sebesar 10-20%. Ia juga meminta Kongres untuk mengizinkannya mengurangi pajak cukai atas produk minyak bumi jika harga minyak mentah menembus di atas US$80 per barel, yang kini sudah di atas US$100 per barel.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru Perkuat Ketahanan Energi