12 Update Baru AS-Israel vs Iran, Trump Sebut Perang Kelar 4 Minggu
5. Saudi Cegat Rudal Iran ke Bandara Riyadh & Pangkalan AS
Arab Saudi mencegat serangan rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan pada Minggu. Informasi tersebut disampaikan sumber dari Teluk yang mengetahui insiden itu.
"Pertahanan udara berhasil mencegat rudal Iran di dekat Bandara Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan pada Minggu sore," ujar sumber tersebut kepada AFP.
Ia menambahkan, pencegatan tidak mengganggu navigasi penerbangan serta tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material. Sumber itu meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu.
Saksi mata di sekitar bandara juga mengkonfirmasi kejadian tersebut. "Kami melihat dan mendengar pertahanan udara mencegat rudal di langit," kata seorang warga yang berada dekat lokasi.
Sebelumnya, warga dan koresponden AFP melaporkan mendengar ledakan di wilayah timur Riyadh. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi serangan yang dilaporkan dilancarkan Iran sejak Sabtu pagi.
6. Uni Eropa Warning Perang Makin Panjang
Uni Eropa (UE) memperingatkan risiko perang berkepanjangan di Timur Tengah yang berpotensi mengancam kawasan Eropa dan sekitarnya. Blok tersebut mendesak Iran menahan diri dari pembalasan tanpa pandang bulu menyusul eskalasi terbaru pasca-serangan AS-Israel.
Para menteri luar negeri dari 27 negara anggota UE menggelar pertemuan luar biasa melalui konferensi video pada Minggu. Pertemuan ini berlangsung di hari kedua serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Kawasan Timur Tengah akan sangat dirugikan oleh perang yang berkepanjangan," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas usai pertemuan.
"Peristiwa di Iran tidak boleh memicu eskalasi yang dapat mengancam Timur Tengah, Eropa, dan sekitarnya, dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi, termasuk di bidang ekonomi," lanjutnya.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menilai kematian Khamenei memicu "harapan baru bagi rakyat Iran", namun sekaligus membawa "risiko nyata ketidakstabilan". Dalam pernyataannya di media sosial X, ia menyerukan perlunya "transisi yang kredibel" di Iran.
"Risiko eskalasi lebih lanjut itu nyata. Inilah sebabnya mengapa transisi yang kredibel di Iran sangat dibutuhkan," tulis von der Leyen. Ia menekankan solusi jangka panjang harus mencakup penghentian program nuklir dan rudal balistik militer Iran, serta penghentian tindakan destabilisasi di udara, darat, dan laut.
Aliansi pertahanan NATO menyatakan komandan tertingginya di Eropa memantau situasi Timur Tengah secara saksama dan menyesuaikan postur pasukan guna menghadapi "ancaman potensial", termasuk rudal balistik dan pesawat nirawak. NATO menyebut komandan tersebut, Jenderal AS Alexus Grynkewich, berkoordinasi aktif dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Von der Leyen juga menyampaikan bahwa Brussel terlibat erat dengan para aktor kunci regional untuk menjaga stabilitas. Ia melakukan komunikasi dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Raja Yordania Abdullah II, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
7. Putra Mahkota Iran Serukan Aksi Protes
Putra Shah terakhir Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, menyerukan warga Iran untuk menggelar aksi protes jalanan setiap malam guna mendorong tumbangnya pemerintahan Teheran. Seruan itu disampaikan di tengah eskalasi serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran militer dan kepemimpinan Iran.
Pahlavi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa rezim Iran berada di ambang kejatuhan. Ia mengklaim kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang menandai bahwa pemerintahan saat ini "sedang menghembuskan napas terakhirnya".
"Saya meminta Anda, sambil tetap menjaga keamanan Anda, untuk menunjukkan dukungan terhadap penghancuran Republik Islam melalui nyanyian-nyanyian malam hari dan meneriakkan tuntutan Anda untuk masa depan Iran," tulis Pahlavi di platform X pada Minggu, hari kedua serangan udara oleh AS dan Israel.
Pahlavi, yang belum kembali ke Iran sejak sebelum Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki, menyebut dirinya siap memimpin transisi menuju Iran yang sekuler dan demokratis. "Kekuatan saya berasal dari kekuatan dan dukungan Anda," tulisnya.
Ia juga mendesak para pejabat yang masih setia pada rezim untuk menyerahkan kekuasaan tanpa pertumpahan darah. "Saya menyerukan kepada para pejabat yang tersisa dari republik teror ini untuk menyerahkan kekuasaan secara damai," ujarnya.
Selain itu, Pahlavi mengajak diaspora Iran di luar negeri untuk meningkatkan tekanan internasional. "Paksa dunia untuk mendengar dukungan rakyat Iran terhadap intervensi kemanusiaan ini dan tuntutan kami untuk kejatuhan rezim sepenuhnya," tulisnya.
Konflik yang terus meningkat disebut telah melumpuhkan struktur pemerintahan teokratis Iran setelah serangkaian serangan yang menewaskan sejumlah pemimpin senior. Namun, kubu oposisi Iran masih terpecah. Pahlavi juga menuai kritik atas sikapnya yang dinilai mendukung Israel, termasuk kunjungan publiknya pada 2023 yang memicu perpecahan di kalangan oposisi.
Selain itu, ia dinilai belum secara tegas mengambil jarak dari pemerintahan otokratis ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan lebih dari empat dekade lalu.
Halaman 3>>> Selat Hormuz dan Negara Arab
source on Google