2 Tetangga RI Panas, Thailand & Kamboja Baku Tembak-Lempar Granat
Jakarta, CNBC Indonesia - Tentara Thailand melaporkan aksi saling tembak dengan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan kedua negara, Selasa. Thailand menuduh Phnom Penh melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara Kamboja membantah adanya penggunaan senjata dalam insiden tersebut.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara dua negara Asia Tenggara ini, sempat meletus menjadi beberapa putaran bentrokan tahun lalu. Rentetan konflik tersebut tercatat telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi pada periode Juli dan Desember.
Meskipun kedua negara telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada akhir Desember, ketegangan di wilayah perbatasan tetap tinggi. Berdasarkan pernyataan resmi militer Thailand, pasukan Kamboja melepaskan satu tembakan granat 40 mm di dekat patroli Thailand di provinsi perbatasan Sisaket pada hari Selasa, yang kemudian memicu tembakan balasan.
"Menyusul insiden tersebut, pasukan Thailand merespons dengan menembakkan M79 ke arah asal tembakan sebagai peringatan dan untuk pertahanan diri," tulis pernyataan resmi militer Thailand, dikutip AFP, Rabu (25/2/2026).
Dalam penilaian awal, tentara Thailand menduga insiden tersebut kemungkinan terjadi akibat adanya rotasi pasukan di kubu Kamboja. Pihak Thailand menilai personel baru yang ditempatkan di perbatasan mungkin belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai regulasi dan kontrol komando di lapangan.
Di sisi lain, Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra, menyatakan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya palsu dan dirancang untuk menyesatkan opini publik serta memprovokasi ketegangan. Ia menegaskan tuduhan mengenai militernya yadalah sebuah rekayasa dan sangat memutarbalikkan fakta yang ada.
"Kamboja sangat prihatin bahwa tuduhan sepihak yang dibuat tanpa verifikasi bersama, konsultasi, atau pembuktian faktual berisiko menyalahartikan situasi di lapangan dan merusak rasa saling percaya," ungkap Neth Pheaktra.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata Desember, Kamboja dan Thailand sebenarnya telah berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka. Namun, bulan lalu Thailand sempat menuduh Kamboja melanggar kesepakatan setelah tembakan mortir lintas batas melukai seorang tentara, yang kemudian dibantah Phnom Penh dengan menyebut insiden itu sebagai ledakan tumpukan sampah.
Sejak putaran pertempuran hebat terakhir, Kamboja mengklaim pasukan Thailand telah menduduki beberapa area di provinsi perbatasan yang bertentangan dengan perjanjian mereka dan menuntut penarikan mundur pasukan. Sebaliknya, Bangkok bersikeras bahwa mereka hanya mengambil kembali lahan yang merupakan bagian dari Thailand yang telah diduduki oleh warga Kamboja selama bertahun-tahun.
Permasalahan Thailand dan Kamboja berusia seabad. Ini dimulai sejak sengketa demarkasi era kolonial Prancis di garis perbatasan sepanjang 800 km tersebut.
(tps/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]