MARKET DATA
INTERNASIONAL

Panas! Thailand Ngamuk ke Kamboja, Provinsi Dibombardir Mortir

sef,  CNBC Indonesia
06 January 2026 11:42
Ketegangan kembali meningkat di perbatasan Thailand–Kamboja setelah polisi Thailand menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah warga sipil Kamboja pada Rabu (17/9/2025). (Tangkapan Layar Video Reuters/AKP)
Foto: Thailand–Kamboja (Tangkapan Layar Video Reuters/AKP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand dan Kamboja kembali memanas, Selasa (6/1/2026). Tentara Thailand mengatakan pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama 10 hari dengan membombardir mortir ke provinsi perbatasannya Ubon Ratchathani .

Aksi itu melukai seorang tentaranya. Ia terluka akibat pecahan peluru dan sedang dievakuasi untuk perawatan medis.

"Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi," tegas tentara Thailand dalam sebuah pernyataan, dikutipAFP.

Konflik telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara Asia Tenggara ini. Meski sudah berupaya didamaikan Oktober, pertempuran kembali pecah Desember.

Saling serang telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Kedua negara pun menyepakati kembali gencatan senjata baru pada 27 Desember.

Sementara itu, Kamboja belum bersuara atas laporan itu. Juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata, menolak berkomentar.

Konflik berkepanjangan antara kedua negara berakar dari perselisihan mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer (km) yang berasal dari era kolonial. Di mana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan reruntuhan kuil berusia berabad-abad.


Di bawah gencatan senjata Desember, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka. Bangkok juga setuju untuk membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli ketika bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan itu menewaskan puluhan orang.

Thailand membebaskan tentara Kamboja pada 31 Desember, dengan kementerian luar negerinya mengatakan pembebasan mereka adalah "demonstrasi niat baik dan pembangunan kepercayaan". Phnom Penh mengatakan pekan lalu bahwa mereka tetap "berharap" bahwa pembebasan mereka akan "secara signifikan berkontribusi pada pembangunan kepercayaan bersama".

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Panas Thailand Bom Kamboja, Jet Tempur Turun-Roket BM-21 Tembak Warga


Most Popular
Features