MARKET DATA
Internasional

Serangan Bom Misterius Guncang Jantung Rusia, Polisi Tewas

luc,  CNBC Indonesia
24 February 2026 11:52
Russian law enforcement officers work at the site of a police car explosion in Moscow on February 24, 2026. A man detonated an explosive device beside a police patrol car in central Moscow early on February 24, 2026, killing one officer and wounding two others, the Russian interior ministry said. (Photo by TATYANA MAKEYEVA / AFP)
Foto: AFP/TATYANA MAKEYEVA

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan mengguncang jantung ibu kota Rusia pada Selasa (24/2/2026), ketika sebuah alat peledak meledak di dekat mobil patroli polisi di kawasan stasiun kereta utama Moskow. Insiden tersebut menewaskan satu anggota kepolisian dan melukai dua lainnya.

Kementerian Dalam Negeri Rusia menyatakan bahwa ledakan terjadi tak lama setelah tengah malam di alun-alun Stasiun Kereta Savyolovsky. Lokasi tersebut berada di bagian utara Moskow dan merupakan salah satu pusat transportasi rel utama ibu kota.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram, kementerian menyebut seorang pria mendekati petugas polisi lalu lintas yang sedang duduk di dalam kendaraan patroli mereka. Sesaat kemudian, sebuah alat peledak meledak. Penyerang tewas di lokasi kejadian.

Kantor berita pemerintah Rusia, Tass, melaporkan bahwa mobil patroli yang menjadi sasaran mengalami kerusakan berat, meski tidak sampai terbakar. Sejumlah media lokal mempublikasikan gambar kendaraan polisi dengan kaca jendela pecah, terparkir di dekat rel kereta.

Aparat keamanan segera menutup area sekitar lokasi ledakan, sementara beberapa ambulans dikerahkan ke tempat kejadian untuk mengevakuasi korban.

Pada awalnya, Kementerian Dalam Negeri menyebut pelaku sempat melarikan diri. Namun beberapa menit kemudian, setelah inspeksi lokasi dan peninjauan rekaman kamera pengawas, pihak berwenang mengumumkan bahwa pria tersebut ditemukan tewas di tempat kejadian.

Hingga kini, otoritas belum memberikan rincian mengenai jenis bahan peledak yang digunakan maupun motif di balik serangan tersebut.

Komite Investigasi Rusia, lembaga yang menangani kejahatan serius, menyatakan telah membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap aparat penegak hukum serta kepemilikan ilegal perangkat peledak.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang menyasar aparat keamanan Rusia di dalam negeri, terutama dalam konteks perang Moskow melawan Ukraina yang telah berlangsung 4 tahun.

Pada Desember 2025, dua polisi tewas dalam sebuah ledakan di wilayah selatan Moskow saat mereka mencoba menghentikan seorang pria mencurigakan di dekat kendaraan mereka. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari lokasi di mana seorang jenderal Rusia terbunuh beberapa hari sebelumnya.

Sejak perang dengan Ukraina pecah, Rusia juga dilanda serangkaian pembunuhan terhadap pejabat militer di wilayahnya sendiri. Awal bulan ini, seorang perwira tinggi intelijen militer Rusia ditembak beberapa kali dan mengalami luka-luka dalam serangan yang oleh Moskow dituding sebagai aksi yang didalangi Kyiv.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kim Jong Un Puji China, Pererat Poros Pyongyang-Beijing-Moskow


Most Popular
Features