MARKET DATA
Internasional

4 Tahun "Neraka" Perang Rusia-Ukraina, Korban Tembus 1,8 Juta Orang

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
24 February 2026 05:00
Ledakan setelah serangan rudal Rusia terlihat di langit kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 2 September 2024. (REUTERS/Gleb Garanich)
Foto: Ledakan setelah serangan rudal Rusia terlihat di langit kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 2 September 2024. (REUTERS/Gleb Garanich)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 24 Februari 2022 telah berlangsung selama 4 tahun dan menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Pertempuran yang kini memasuki tahun kelima itu telah menelan korban besar, baik dari kalangan militer maupun sipil, serta mengubah peta keamanan kawasan pasca-Perang Dingin.

Upaya diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat (AS) hingga kini belum membuahkan hasil signifikan. Perbedaan pandangan terkait masa depan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia serta jaminan keamanan pasca perang masih menjadi ganjalan utama.

Sementara negosiasi berjalan di tempat, dampak kemanusiaan terus memburuk. Ribuan tentara dari kedua pihak tewas di medan perang, sementara warga sipil Ukraina bertahun-tahun hidup di bawah ancaman serangan udara, pemadaman listrik, dan krisis air bersih.

Berikut gambaran perang Rusia-Ukraina berdasarkan angka terbaru, seperti dilaporkan The Associated Press, Senin (23/2/2026).

Korban Militer Capai 1,8 Juta

Laporan terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan hingga 1,8 juta tentara dari kedua belah pihak tewas, terluka, atau hilang sejak invasi skala penuh.

CSIS menaksir Rusia menanggung sekitar 1,2 juta korban, termasuk hingga 325.000 kematian pasukan sepanjang Februari 2022 hingga Desember 2025. Angka ini disebut sebagai jumlah kematian pasukan terbesar yang dialami kekuatan besar mana pun sejak Perang Dunia II.

Rusia terakhir kali merilis data resmi korban militer pada Januari 2023. Saat itu, Moskow menyebut lebih dari 80 tentaranya tewas dalam satu serangan Ukraina, dengan total kematian militer yang dikonfirmasi hanya sedikit di atas 6.000.

Sementara itu, Ukraina diperkirakan mengalami 500.000-600.000 korban militer, termasuk hingga 140.000 kematian.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan awal bulan ini bahwa sekitar 55.000 tentara Ukraina tewas dalam perang tersebut.

"Banyak prajurit kami yang hilang dan hingga kini belum diketahui keberadaannya," ujar Zelensky.

Baik Moskow maupun Kyiv tidak memberikan data kerugian militer secara berkala, dan verifikasi independen hampir tidak mungkin dilakukan.

Hampir 15.000 Warga Sipil Tewas

Menurut PBB, jumlah korban jiwa sipil di Ukraina sejak invasi besar-besaran Rusia mencapai 14.999 orang, meski PBB menilai angka tersebut kemungkinan masih di bawah kondisi sebenarnya. Lebih dari 40.600 warga sipil terluka dalam periode yang sama.

Perang juga menewaskan sedikitnya 763 anak-anak.

Tahun 2025 tercatat sebagai tahun paling mematikan bagi warga sipil sejak 2022. Konflik tersebut menewaskan 2.514 warga sipil dan melukai 12.142 orang, meningkat 31% dibandingkan tahun 2024.

Hampir 20% Wilayah Ukraina Diduduki

Sekitar 19,4% wilayah Ukraina kini berada di bawah pendudukan Rusia, menurut Institute for the Study of War (ISW).

Dalam setahun terakhir, Rusia hanya berhasil menambah penguasaan wilayah sekitar 0,79%, meski harus membayar mahal dengan korban besar di tengah perang gesekan yang berkepanjangan.

Sebelum invasi skala penuh, Rusia telah menguasai hampir 7% wilayah Ukraina, termasuk Krimea serta sebagian wilayah Donetsk dan Luhansk.

Bantuan Militer Asing Menurun

Bantuan militer asing ke Kyiv pada tahun lalu tercatat turun 13% dibandingkan rata-rata tahunan periode 2022-2024, berdasarkan data Kiel Institute for the World Economy.

Amerika Serikat menghentikan pengiriman senjata yang dibiayai penuh oleh Washington lebih dari setahun lalu. Negara-negara Eropa berupaya menutup kekosongan tersebut dengan meningkatkan bantuan militer hingga 67% dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan dan keuangan asing ke Ukraina juga turun sekitar 5%.

Jutaan Warga Mengungsi

Perang telah memaksa sekitar 5,9 juta warga sipil Ukraina meninggalkan negara mereka. Sekitar 5,3 juta orang mengungsi ke negara-negara Eropa.

Selain itu, sekitar 3,7 juta warga Ukraina menjadi pengungsi internal dan berpindah ke wilayah lain di dalam negeri. Sebelum perang, populasi Ukraina tercatat lebih dari 40 juta jiwa.

Ribuan Serangan ke Fasilitas Kesehatan

Di sektor kesehatan, World Health Organization (WHO) mencatat 2.851 serangan Rusia yang berdampak pada layanan medis di Ukraina sejak invasi skala penuh hingga 11 Februari.

Serangan tersebut mencakup 2.347 serangan terhadap fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, kendaraan medis, serta gudang penyimpanan obat-obatan.

Empat tahun sejak dimulai, perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda akan segera berakhir, sementara angka korban terus bertambah dan krisis kemanusiaan kian dalam.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Ukraina Hancur Lebur Dihujani Rudal Rusia Bertubi-tubi


Most Popular
Features