Importir Teriak Kuota Impor Daging Dipangkas, Ini Jawaban Telak Amran

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 14:32 WIB
Foto: Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman buka suara mengenai isu pemangkasan kuota impor daging sapi bagi swasta, yang dialihkan ke BUMN. Menurutnya hal itu dilakukan untuk memiliki cadangan untuk stabilisasi harga.

Amran menjelaskan bahwa impor daging sapi dari swasta sudah mencapai 700 ribu ekor, ditambah sebesar 30 ribu ton untuk daging sapi. Sementara pemerintah tidak memiliki cadangan yang besar untuk melakukan intervensi.

"Pertanyaan berikutnya kalau pemerintah tidak punya cadangan, bisa gak stabilkan harga? gak bisa kan? bagaimana cara intervensi? sudah pulihan tahun, pemerintah gak bisa intervensi dengan volume kemarin. Gak cukup. Kita tambah," kata Amran, di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (12/2/2026).


Untuk itu, menurut Amran, BUMN memerlukan cadangan yang besar.

"Kalau BUMN tidak intervensi padahal harga naik ini masyarakat berteriak. Bah dia harus punya cadangan untuk intervensi pasar. Nah kalau BUMN-nya tidak melakukan, bisa diberi sanksi, dicopot," kata Amran.

Amran juga menjawab importir sapi bakalan juga dilibatkan saat melakukan perencanaan neraca komoditas tahun ini.

Foto: Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Selain itu dia juga mencontohkan upaya peningkatan stok daging sapi di BUMN juga dinilai terbukti saat periode libur natal dan tahun baru.

"Aku tanya balik harga relatif stabil gak Nataru kemarin? stabil ya? iya, kita mau seperti itu dan ini pengusaha baik-baik mungkin ada protes satu - dua. Tapi pengusaha kita baik-baik. Nah saya ulangi terakhir, pertanyaanku lebih banyak impornya swasta daripada BUMN kan? untuk daging," katanya.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) dan Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) mendatangai kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (6/2/2026). Mereka mempersoalkan belum terbitnya izin impor daging sapi beku yang dinilai menghambatan usaha.

Selain itu pengusaha juga sempat mengeluhkan terkait pemotongan kuota impor daging sapi di tahun ini hanya sebesar 30.000 ton dari 100 perusahaan importir.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Distributor Daging Indonesia (APDDI) Teguh Boediyana menyebut kuota impor daging sapi reguler yang hanya diberikan sebesar 30.000 ton untuk lebih dari 100 perusahaan importir sebagai kebijakan yang tidak masuk akal. Angka tersebut hanya sekitar 16% dibandingkan kuota tahun lalu yang mencapai 180.000 ton.

"Kami minta pemerintah meninjau kembali kebijakan pemberian kuota daging sapi yang hanya 16% tanpa pemberitahuan atau sosialisasi sedikitpun kepada kami. Bayangkan, tanpa penjelasan, kami diberi kuota hanya 30.000 ton dan itu jauh dari kuota yang diberikan tahun lalu. Dan karena tanpa penjelasan, maka kami berasumsi bahwa 30.000 ton itu berarti kuota untuk satu tahun," ujar Teguh.


(emy/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pedagang Sapi Mulai Setop Jualan