Bos Kawasan Industri Ingatkan Jangan Anti Asing, Kasih Nasihat Begini
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono mengatakan, tidak ada alasan anti asing maupun takut dengan orang asing. Di sisi lain, dia mengingatkan, kunci majunya suatu daerah tergantung pada keinginan warga di daerah itu, apakah ingin maju atau tidak.
Hal itu disampaikannya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Setyono merespons pertanyaan terkait insentif dan regulasi yang dibutuhkan untuk membangun suatu daerah agar ekonominya bertumbuh dan daya beli masyarakatnya meningkat.
Setyono mengatakan, insentif dan regulasi yang dibutuhkan masing-masing daerah berbeda, dan harus disesuaikan dengan keadaannya sendiri. Indonesia sendiri, ujarnya, terdiri dari sekitar 17.000 pulau.
Kata dia, asalkan ada orang di daerah itu yang ingin maju dan membangun daerah itu, tentu daerah itu akan maju. Dia mencontohkan bagaimana Las Vegas berubah dari daerah gurun tandus berubah jadi wilayah yang bisa menciptakan lapangan kerja dan daya beli warganya melonjak.
"Itu semua karena kreativitas dan adanya orang yang mau berjuang di daerah itu. Ada pepatah China yang mengatakan, "Sungai tidak usah dalam asal ada naganya, gunung tidak usah tinggi asal ada dewanya. Baru termasyhur". Jadi daerah itu tidak perlu sebetulnya terlalu istimewa selama ada orang yang mengatakan, "saya akan bangun daerah ini." katanya.
"Kalau semua tergantung pemerintah pusat, pemerintah pusat punya masalah banyak sekali. Jadi di daerah itu harus ada orang betul-betul ingin memperjuangkan daerah itu maju. Insentif dan regulasi tidak harus sama di semua tempat, harus disesuaikan dengan keadaan di tempat itu. Dan apa yang dibutuhkan oleh investor?" ucapnya.
Di sisi lain, Setyono mengakui, saat ini yang masih jadi kesulitan di Indonesia adalah terkait pendidikan dan kesehatan. Sementara, Indonesia didukung oleh kondisi iklim yang baik, tidak ada musim dingin yang berat.
"Memajukan pendidikan dan kesehatan itu makan waktu lama, investasi jangka panjang. Tetapi tidak harus menjadi hambatan. Karena kawasan industri, kawasan pariwisata yang menimbulkan lapangan kerja sebetulnya adalah tempat pendidikan yang terbaik. Karena di situ diajarkan keterampilan dan bisa berkomunikasi dan berdialog dengan negara-negara atau investor asing," ucapnya.
"Nah yang tentu yang harus dipahami adalah kita ini tidak boleh anti asing. Dulu kita ini dijajah, orang asing jadi musuh kita tapi sekarang sudah 80 tahun merdeka mestinya tidak usah takut lagi karena TNI-nya kuat negaranya kuat, keuangannya kuat keuangan kita bagus," tegasnya.
Yang harus jadi fokus saat ini adalah bagaimana membangun ekonomi di daerah.
"Yang perlu adalah sekarang bagaimana membangun daerah kita masing-masing semua orang yang sukses di Jakarta ini mayoritas asalnya dari daerah mestinya harus kembali ke daerahnya membangun daerahnya," kata Setyono.
Foto: Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
[Gambas:Video CNBC]
Foto: Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)