MARKET DATA

Pemerintah Ajak 10 PTN Jalankan Program Transmigrasi Patriot 2026

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
19 January 2026 08:50
Transmigrasi Patriot 2026
Foto: Khoirul Anam

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengajak akademisi untuk membantu pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru lewat Program Transmigrasi Patriot 2026. Untuk itu, Kementerian Transmigrasi melakukan rapat koordinasi dengan berbagai perguruan tinggi mitra membahas program tersebut.

Mitra perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan, program ini untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan langkah ini, transmigrasi hanya menjadi bukan lagi distribusi penduduk, atau penyebaran penduduk.

"Konkretnya, kami harus lebih banyak menyediakan lapangan kerja, kemudian pendapatan yang layak, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin, serta menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian, ekspedisi patriot yang kedua, itu adalah investasi transmigrasi," ungkap dia usai rapat koordinasi Transmigrasi Patriot 2026, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Iftitah memaparkan pada tahun ini program Transmigrasi Patriot akan dikembangkan dalam dua program besar. Pertama adalah Ekspedisi Patriot yakni program riset dan pemberdayaan strategis Kementerian Transmigrasi yang melibatkan mahasiswa dan peneliti muda untuk mengkaji dan mengembangkan kawasan transmigrasi.

Adapun program ini dibagi menjadi dua fokus utama yakni Bakti Transmigrasi dan Investasi Transmigrasi.

"Tahun lalu kita menghasilkan 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi. Maka tahun ini melalui Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi nanti kita akan melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk yang lebih konkret," papar dia.

Dia mencontohkan, ketika terdapat infrastruktur dasar yang belum terpenuhi di suatu wilayah, pihaknya akan menerjunkan Patriot dari kampus-kampus mitra untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar.

"Kemudian dalam bidang misalkan yang lebih teknis, pembibitan, hama terkait dengan pertanian, atau misalkan potensi pariwisata, atau juga misalkan pertambangan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah," terang dia.

Iftitah juga menjelaskan, bahwa Kementerian Transmigrasi akan mengoptimalkan sektor pariwisata dan pertambangan yang sesuai dengan potensi ekonomi di 154 wilayah transmigrasi yang ada.

"Bahkan kemungkinan ada tambahan kawasan transmigrasi yang baru, karena hari ini kami mendapat usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah," ungkapnya.

Fokus Ekspedisi Patriot selanjutnya adalah Investasi Transmigrasi. Investasi ini diharapkannya dapat mengembangkan potensi strategis kawasan transmigrasi dalam skala yang lebih besar, seperti di Pulau Rempang, Mamuju, dan Merauke.

"Nanti akan kami kembangkan di sana, di-support juga dengan pertaniannya. Sehingga tidak seperti misalkan di beberapa daerah lain yang berkembang karena pertambangan, tetapi pendapatannya ekonominya tidak berjalan dengan baik," tambah dia.

Selanjutnya, Iftitah juga memaparkan rencana pendirian Kampus Patriot sebagai jembatan antara dunia akademis dengan kebutuhan riil di lapangan serta pemberian Beasiswa Patriot. Hal ini dilakukan agar pembangunan ekonomi di kawasan transmigrasi mampu memberikan keuntungan langsung bagi penduduk setempat.

"Kita ingin masyarakat tersebut pada saatnya dilakukan investasi dan pembangunan ekonomi, mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan ekonomi tersebut. Sehingga tidak terasing di negerinya sendiri," ujar dia.

Sejatinya program tersebut direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada Februari 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otonomi Khusus Papua, John Gluba Gebze mengapresiasi program Transmigrasi Patriot 2026. Dia menilai program Transmigrasi Patriot sebagai bentuk konsolidasi untuk mempercepat pembangunan, terutama Papua.

"Percepatan ini salah satunya dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga-tenaga pioner yang telah dikirim oleh para pendahulu Presiden Suharto pada saat itu dan mereka sudah bekerja merubah dari sebuah kawasan tertinggal menjadi kawasan yang sudah nampak menjadi sebuah embrio kota satelit," kata dia.

Dia menyebut wilayah Merauke dapat menjadi salah satu lumbung pangan. Bahkan Kabupaten Merauke sempat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

"Ini dirintis oleh mereka yang datang meninggalkan tanah kelahiran, tanah kelahirannya, membaktikan diri, membaktikan seluruh keterampilan untuk mengembangkan saudara dan daerah-daerah lainnya," ujar dia.

Adapun tugas mereka adalah mengembangkan suatu wilayah dan menerapkan keterampilan yang dimilikinya. Sehingga pihaknya membangun negara dengan dua kekuatan yakni ilmu kampus dan ilmu lokal.

"Jadi kita membangun negara kita ini dengan dua kekuatan ilmu, ilmu kampus dan ilmu kampung atau ilmu kearifan," terang dia. 

(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Bikin Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi, Uang Saku UMR


Most Popular
Features