MARKET DATA
INTERNASIONAL

Presiden Ini Minta Trump Tangkap Putin Setelah Maduro

tfa,  CNBC Indonesia
05 January 2026 19:40
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) 2025 di Pusat Konvensi dan Pameran Meijiang di Tianjin, Tiongkok, 1 September 2025. (SUO TAKEKUMA/Pool via REUTERS)
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin (via REUTERS/SUO TAKEKUMA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertindak tegas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Celia Flores, oleh Washington.

"Bagaimana seharusnya saya bereaksi terhadap ini? Apa yang bisa saya katakan?" ujar Zelensky kepada wartawan usai bertemu penasihat keamanan nasional Eropa pada Sabtu, seperti dikutip NY Post, dikutip Senin (5/1/2026).

"Jika mungkin untuk menangani diktator dengan cara ini, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya," tambahnya, mengisyaratkan agar Washington mengambil langkah serupa terhadap Putin di tengah perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Pernyataan Zelensky muncul di saat Rusia dan sejumlah negara lain mendesak pemerintahan Trump untuk membebaskan Maduro dan Flores. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut penangkapan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

"Mengingat laporan yang telah dikonfirmasi mengenai Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya berada di Amerika Serikat, kami sangat mendesak kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat serta istrinya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resmi.

"Kami menekankan perlunya menciptakan kondisi untuk menyelesaikan setiap masalah antara Amerika Serikat dan Venezuela melalui dialog."

Maduro dan Flores dilaporkan telah tiba di New York pada Sabtu malam dan akan menghadapi dakwaan federal terkait terorisme narkoba. Presiden Trump menegaskan pasangan tersebut akan menghadapi "murka penuh keadilan Amerika".

Menurut sumber, keduanya akan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. Mereka diperkirakan menjalani sidang perdana di pengadilan federal paling cepat pada Senin ini waktu setempat.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Zelensky Minta Bertemu Tatap Muka Putin, Perang Rusia-Ukraina End?


Most Popular
Features