Masih Loyo! Pemerintah Kudu Genjot 3 Sektor Ini Biar Ekonomi Meroket

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
29 August 2025 10:40
Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025). (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025). (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim ekonom Bank Mandiri mengungkapkan sektor-sektor usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menyebut sektor jasa malah berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun kontribusinya bahkan tak sampai 10% terhadap PDB.

Sektor itu di antaranya ialah transportasi dan pergudangan yang mampu tumbuh 13,5% namun kontribusinya ke PDB hanya 6,2%, penyediaan akomodasi dan makan minum 9,7% dengan kontribusi 2,7%, jasa perusahaan 8,6% dengan kontribusi 2% serta informasi dan komunikasi 7,7% dengan kontribusi hanya 4,4%.

"Catatannya atau challengenya di sini adalah memang sektor-sektor tersebut masih memberikan kontribusi yang relatif kecil dibandingkan dengan sektor-sektor besar seperti industri pengolahan," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

Adapun sektor usaha yang kontribusinya sangat besar terhadap perekonomian, namun pertumbuhannya cenderung rendah selama ini di antaranya ialah industri pengolahan yang hanya tumbuh 4,7% rata-rata pertumbuhannya pada semester I-2025 dengan kontribusi ke PDB mencapai 18,7%.

Adapula sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuhnya hanya 2% dengan kontribusi sebesar 13,8% terhadap PDB. Kemudian perdagangan besar dan eceran yang masih mampu tumbuh 5,1% dengan kontribusi 13,1% ke PDB.

Asmo memperkirakan, bila nantinya pemerintah serius memperbaiki tiga sektor usaha itu untuk semakin tumbuh lebih cepat, tentu perekonomian ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat dari selama ini yang hanya mampu di kisaran 10% selama satu dekade terakhir.

"Coba bayangkan kalau misalnya (di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan) pertumbuhannya meningkat dari 2%, misalnya bisa sampai ke 4%, ya tentu saja akan bisa memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi," ucap Asmo.

"Saya rasa ini yang kemudian mestinya bisa kita dorong dan kita percaya bahwa dengan berbagai inisiatif pemerintah saat ini harusnya ini kita bisa mengembalikan ke pertumbuhannya," tegas Asmo.


(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Siapkan "Amunisi" Buat Dorong Konsumsi di Masyarakat

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular