BI 'Pasang Badan' di Pasar, Perkuat Rupiah Tetap Stabil

Arrijal Rachman , CNBC Indonesia
29 August 2025 09:14
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank indonesia (BI) menegaskan akan tetap berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi gejolak politik di dalam negeri.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bank sentral akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar yang berjalan dengan baik.

"Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen yang moneter terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market," kata Erwin, dalam pernyataannya kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/8/2025).

Dia memastikan BI terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk memperkuat transmisi penurunan suku bunga dari BI-Rate ke suku bunga pasar uang dan perbankan.

Menurutnya, strategi operasi moneter pro-market diarahkan untuk mendukung peningkatan likuiditas di pasar uang dan perbankan . ⁠Likuiditas berada dalam kondisi memadai dan suku bunga menurun sejalan dengan penurunan BI Rate.

"Langkah meningkatkan likuiditas di pasar uang dan perbankan dilaksanakan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara terukur dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," paparnya.

Dia juga menegaskan BI akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas dan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Dia pun memastikan pergerakan nilai tukar rupiah terjaga stabil didukung kebijakan stabilisasi BI dan berlanjutnya aliran masuk modal asing.

"Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi BI dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN dan saham dengan total sekitar Rp 10 triliun pada pekan ini, serta meningkatnya konversi valas ke rupiah oleh eksportir (DHE SDA)," katanya.

Bahkan, dia mengatakan aliran masuk investasi portofolio tersebut sejalan dengan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif tercermin dari indeks DXY yang turun 0,43% ke 97,8 pada tadi malam dan persepsi investor global terhadap Indonesia yang tetap positif tercermin dari CDS Indonesia 5 tahun yang stabil dan rendah di sekitar 66 bps. ⁠


(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Pecahan Rupiah Ini Tak Laku Lagi, Segera Tukar Sebelum 30 April

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular