Internasional

MBS Beraksi! Tak Hanya 'Pulau Surga', Ini 5 Proyek Gila Arab

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 December 2022 10:11
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tiba untuk menghadiri acara Foto: Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tiba untuk menghadiri acara "Dialog Informal Pemimpin APEC dengan Para Tamu" selama KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bangkok pada 18 November 2022 (Getty Images/RUNGROJ YONGRIT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi semakin menonjolkan proyek-proyek besar yang dinilai ambisius dan gila. Hal ini terkait dengan langkah Putra Mahkota dan Perdana Menteri (PM) negara itu Mohammed Bin Salman (MBS) yang ingin mempercepat visi 2030 Saudi yang dapat membantu Riyadh dari ketergantungan pendapatan kepada minyak.

Terbaru, MBS mengumumkan akan membuat sebuah pulau resor mewah di pantai Laut Merah. Nantinya, kota itu akan menjadi tuan rumah bagi superyacht dan apartemen kelas atas.

Pulau yang diberi nama Sindalah itu akan memiliki area seluas 840.000 meter persegi. Sindalah akan memiliki 86 marina serta menampung 413 kamar hotel ultra-premium, selain 333 apartemen berlayanan kelas atas.

Sebenarnya, Sindalah bukan satu-satunya proyek ambisius MBS. Berikut beberapa proyek lainnya seperti dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (7/12/2022):

1. Neom

Neom merupakan sebuah kota baru yang sedang dibangun di wilayah Provinsi Tabuk di tepi Laut Merah. Nantinya, zona NEOM akan membentang seluas 26.500 kilometer persegi.

Dirancang sebagai kota pintar futuristik, yang akan didukung oleh energi bersih dan tidak memiliki mobil atau emisi karbon, kota ini memiliki berbagai daya tarik di dalam wilayahnya.

Proyek giga senilai US$ 500 miliar akan diperlakukan sebagai negara di dalam negara. Nantinya, NEOM akan memiliki zona ekonomi dan otoritasnya sendiri sehingga terpisah dari aturan yang mengatur wilayah kerajaan lainnya.

"Orang yang tinggal di sana tidak akan disebut sebagai orang Saudi tetapi akan disebut dengan sebutan 'Neomians', dan pembangunan tersebut direncanakan untuk memiliki jutaan penduduk pada tahun 2030," kepala proyek pariwisata Andrew McEvoy mengatakan kepada The National pada bulan Mei.

Ada rencana untuk membangun jaringan bandara di Neom yang akan mencakup hub internasional. Yang pertama, bernama Bandara Neom Bay di wilayah utara Sharma, telah dibuka dan digunakan oleh investor dan karyawan di lokasi.

Kemitraan senilai US$ 5 miliar dengan Acwa Power dan Air Products di AS ditandatangani untuk mengembangkan pabrik hidrogen hijau dan amonia hijau terbesar di dunia, yang dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2025.

Selain itu, dalam NEOM, akan ada proyek kaca raksasa yang terdiri dari gedung pencakar langit sepanjang 170 km dengan lebar 200 meter dan tinggi lebih dari 300 meter. Proyek yang dinamakan The Line itu nantinya dapat menyediakan rumah bagi sembilan juta orang.

Struktur akan dihubungkan dengan jalan setapak dan kereta berkecepatan tinggi akan berjalan di bawahnya. Seluruh 170 km akan bebas dari mobil dan jalanan, dengan kota yang sepenuhnya netral karbon.

MBS sendiri pernah mengatakan The Line akan 'mewujudkan bagaimana komunitas perkotaan di masa depan'.

"Gagasan untuk melapisi fungsi kota secara vertikal, memberikan kemungkinan bagi orang untuk bergerak secara mulus dalam tiga dimensi untuk mengaksesnya, adalah sebuah konsep yang disebut sebagai Zero Gravity Urbanism," katanya.

2. Proyek Laut Merah

Proyek Laut Merah sendiri telah mendapatkan kontrak bernilai miliaran riyal yang diberikan karena terus maju dengan konstruksi. Proyek ini akan terdiri dari 50 resor, menawarkan hingga 8.000 kamar hotel dan lebih dari 1.000 properti hunian di 22 pulau dan enam lokasi daratan.

Destinasi ini juga menampilkan ngarai gunung, gunung berapi yang tidak aktif, dan situs budaya dan warisan kuno. Sindalah sendiri diyakini terkait proyek ini.

"Proyek ini diharapkan menghasilkan 22 miliar riyal pendapatan setiap tahun pada tahun 2030 dan 464 miliar riyal dalam pendapatan kumulatif melalui siklus konstruksinya dan 10 tahun beroperasi secara stabil pada tahun 2040," menurut laporan keberlanjutan perdana The Red Sea Development Company.

Fase satu dari Proyek Laut Merah dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2023, dengan fase kedua mencakup pengembangan empat atau lima pulau tambahan.

Perusahaan Pengembangan Laut Merah pada bulan Mei mengatakan sedang mengevaluasi lokasi dan jenis pengalaman yang akan melengkapi fase pertama, dengan keputusan akan dibuat pada akhir tahun.

"Sementara itu, bandara khusus tujuan wisata 'hampir selesai' di sisi udara dan fase pertama diharapkan dapat menyambut penumpang awal tahun depan," kata para pejabat.

3. Amaala

Pembangunan resort mewah di pantai Barat Laut Arab Saudi ini akan membatasi Neom dan Proyek Laut Merah. Ini merupakan bagian penting lain dari penggerak pariwisata kerajaan.

Pengembangan tersebut akan menambah 2.500 kamar hotel dan 700 vila hunian pribadi. Juga akan ada area ritel dengan 200 outlet.

Amaala juga akan memiliki Triple Bay Yacht Club di Cagar Alam Pangeran Mohammed bin Salman. Itu akan dirancang dengan design rumah tradisional Arab, yang mengambil eksterior putih halus dan palet bahan alami dan bersumber lokal, seperti batu, kayu, dan kulit.

"Kami mengantisipasi bahwa Amaala akan menjadi pusat internasional untuk kapal pesiar mewah, dan karena itu, klub kapal pesiar membutuhkan desain kelas dunia, dipengaruhi oleh elemen alam sekitar dan warisan Arab, dan didukung oleh komitmen kami terhadap keberlanjutan," kata kepala eksekutif Amaala, John Pagano.

Arab Saudi sebelumnya telah menggabungkan dua pengembang milik pemerintah yang dimiliki oleh dana kekayaan negara. Dana Investasi Publik serta Perusahaan Pengembangan Laut Merah dan Amaala, menjadi satu kesatuan untuk memotong biaya dan meningkatkan sinergi.

4. Ad Diriyah

Terletak di pinggiran Riyadh, Ad Diriyah dianggap sebagai permata warisan. Pengembangan senilai US$ 17 miliar akan mencakup beberapa resor mewah, termasuk merek hotel internasional utama.

Gerbang Diriyah I akan menampilkan 18 hotel dalam komunitas perkotaan tradisional serba guna yang akan dibuat dengan gaya arsitektur Najdi otentik. Ini identik dengan design khas desa-desa yang menggunakan bata lumpur dan plester yang sama seperti yang dilakukan ratusan tahun lalu.

Gerbang Diriyah II direncanakan sebagai pengembangan serba guna berskala Paris, berfokus pada pejalan kaki, dengan semua aset hiburan budaya. Gerbang Diriyah III akan memiliki aspek perumahan yang besar.

Mega proyek warisan senilai US$ 50,6 miliar menargetkan 27 juta pengunjung domestik dan internasional pada tahun 2030.

5. Qiddiya

Dibangun di pinggiran Riyadh, proyek ini adalah tentang hiburan. Ini mencakup taman hiburan Six Flags, lapangan golf, dan kompleks seni.

Qiddiya Investment Company pada bulan Februari memberikan kontrak senilai US$ 746,6 juta kepada perusahaan patungan Alec Saudi Arabia Engineering dan Contracting dan El Seif Engineering Contracting untuk pembangunan taman hiburan air pertama dan terbesar di kawasan itu.

Taman ini akan berdiri di atas tanah seluas 22,5 hektar dan akan menjadi rumah bagi 22 wahana dan atraksi, termasuk sembilan yang akan menjadi 'yang pertama di dunia'. Ini akan mencakup sembilan zona, terinspirasi oleh hewan yang menghuni daerah sekitar Qiddiya.

Beberapa wahana telah dirancang untuk menggunakan air 75% lebih sedikit dibandingkan dengan yang lebih konvensional di taman air lainnya.

Pada tahun 2030, Qiddiya berharap dapat menarik hingga 17 juta pengunjung setiap tahunnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Arab Saudi Jadikan Lokasi Ini 'Surga Alkohol', Kapan Berlaku?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading