Internasional

Putin Digempur Serangan Balik, Pangkalan Udara Rusia Didrone

News - sef, CNBC Indonesia
07 December 2022 06:40
A view of a site of an explosion at a bar in Sapporo, Japan, December 16, 2018 in this still image taken from a video obtained from social media. TWITTER / @syurikenbouya/via REUTERS Foto: Ilustrasi (TWITTER / @syurikenbouya/via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wilayah Rusia kembali menjadi sasaran bom drone. Pesawat tak berawak tersebut menyerang lapangan terbang di Kursk, Selasa waktu setempat.

Serangan itu terjadi setelah sehari sebelumnya dua pangkalan di wilayah Ryazan dan Saratov menjadi sasaran senjata serupa, yang menewaskan tiga orang. Belum diketahui apakah ada korban di serangan terbaru itu.

"Akibat serangan drone, sebuah tangki penyimpanan minyak terbakar di area lapangan udara Kursk," kata Gubernur Wilayah Kursk Roman Starovoyt dalam sebuah postingan Telegram dikutip Rabu (7/12/2022).

"Api sedang dilokalisasi. Semua lembaga darurat ada di lokasi," tambahnya.

Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kursk sendiri terletak dekat dengan perbatasan Ukraina.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Namun Ukraina diklaim Rusia memiliki motif paling banyak karena pertempuran yang tengah terjadi.

Dalam dua serangan ke pangkalan dara sebelumnya, Rusia menunjuk Kyiv bertanggung jawab. Kremlin juga meyakini serangan bisa saja menembus Moskow, mengingat jarak Saratov misalnya yang jauh dari Ukraina.

"Rezim Kyiv (Ukraina), untuk menonaktifkan pesawat jarak jauh Rusia melakukan upaya untuk menyerang dengan kendaraan udara jet tak berawak buatan Soviet di lapangan terbang militer Dyagilevo di wilayah Ryazan dan Engels di wilayah Saratov," kata Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip Reuters dan CNBC Indonesia.

"Puing-puing itu menyebabkan kerusakan ringan pada dua pesawat," tambah kementerian lagi.

"Ini adalah aksi teroris yang bertujuan mengganggu," tegas Rusia lagi.

Ini lalu dibalas pemerintah Presiden VladimirPutin dengan meluncurkan sedikitnya 70 rudal ke kota-kotaUkraina. Serangan itu menyasar sistem kontrol militer dan objek terkait dari kompleks pertahanan, pusat komunikasi, unit energi dan militer Ukraina.

"Rusia menanggapi dengan serangan besar-besaran ... dengan senjata presisi tinggi berbasis udara dan laut, di mana Rusia mengatakan semua 17 target yang ditunjuk terkena," tulis Reuters, mengutip pertahanan Rusia, Selasa.

Perang Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak 24 Februari. Hingga kini, PBB menulis 6.000 lebih warga sipil tewas karena konflik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dapat Ribuan Triliun, Negeri Putin Cuan dari Perang Ukraina?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading