Xinjiang Bak Neraka, Warga Protes Minta Akhiri Lockdown

News - teti purwanti, CNBC Indonesia
26 November 2022 17:55
Protests against coronavirus disease (COVID-19) outbreak measures in Urumqi city, Xinjiang Uygur, China in this screen grab obtained from a video released November 25, 2022. Video obtained by Reuters/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. Foto: Video Obtained via REUTERS/Video Obtained by Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran di Xinjiang bukan hanya memanaskan udara di sana namun juga membuat warga "memanas" dan melakukan protes agar lockdown daerah yang dilakukan di wilayah tersebut segera diakhiri.

Protes besar meletus di Xinjian barat dan kerumunan orang di sana meneriaki penjaga yang mengenakan pakaian hazmat untuk segera menyudahi lockdown.

"Akhiri penguncian!" ungkap demonstran sambil mengacungkan tinju ke udara di jalanan, seperti yang dikutip dari video yang beredar, Sabtu (26/11/2022).

Video pendek yang diunggak di Reuters memperlihatkan orang-orang di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China dengan liriknya, "Bangkitlah, mereka yang menolak menjadi budak!"

Sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown. Seperti dilansir Reuters, China telah menempatkan wilayah Xinjiang yang luas di bawah lockdown terlama di negara itu, dengan banyak dari 4 juta penduduk Urumqi dilarang meninggalkan rumah mereka selama 100 hari. Kota itu melaporkan sekitar 100 kasus baru masing-masing dalam dua hari terakhir.

Xinjiang adalah rumah bagi 10 juta orang Uyghur. Kelompok hak asasi dan pemerintah Barat telah lama menuduh Beijing melakukan pelanggaran terhadap etnis minoritas yang sebagian besar Muslim, termasuk kerja paksa di kamp-kamp interniran. Namun, China dengan keras menolak klaim semacam itu.

Protes di Urumqi menyusul kebakaran di gedung bertingkat tinggi di sana yang menewaskan 10 orang pada Kamis malam. Pihak berwenang mengatakan penghuni gedung itu bisa turun, tetapi video upaya kru darurat, yang dibagikan di media sosial China, membuat banyak pengguna internet menduga bahwa penghuni tidak dapat melarikan diri tepat waktu karena sebagian bangunan itu dikunci.

Pejabat Urumqi tiba-tiba mengadakan konferensi pers pada dini hari Sabtu, menyangkal bahwa tindakan Covid telah menghambat pelarian dan penyelamatan tetapi mengatakan mereka akan menyelidiki lebih lanjut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tiba-tiba PBB 'Gebuk' China terkait Muslim, Ada Apa?


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading