BI Bicara Peluang Rupiah 'Hajar' Balik Dolar AS, Kapan?

News - Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
17 November 2022 19:57
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan November 2022. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia) Foto: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan November 2022. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menguat dalam waktu dekat. Ini karena fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan menurutnya masih dalam kondisi yang prima.

"Seluruh indikator fundamental ekonomi Indonesia ini mendukung penguatan nilai tukar rupiah," kata Perry saat konferensi pers seusai Rapat Dewan Gubernur bulanan, Kamis (17/11/2022).

Adapun sejumlah faktor fundamental ekonomi yang menguat itu kata Perry diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hingga kuartal III - 2022 masih mampu tumbuh 5,72 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal II - 2022 sebesar 5,45 persen.

Kemudian, kondisi neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III - 2022 diperkirakannya pun masih akan mencatatkan kondisi yang surplus, bahkan lebih tinggi dibanding posisi kuartal II - 2022 sebesar US$ 2,4 miliar.

"Transaksi berjalan kita ada surplus. Itu akan mendukung penguatan rupiah," tuturnya

Di sisi lain, imbal hasil surat berharga negara (SBN) Indonesia menurut Perry juga masih kompetitif dibanding US Treasury. SBN tenor jangka pendek meningkat pun kata dia sudah meningkat sebesar 143 bps pada 16 November 2022.

"Oleh karena itu kita perkirakan ke depan nilai tukar rupiah lebih akan dipengaruhi oleh faktor yang kita sebut faktor fundamental," ucap Perry.

Meski begitu, saat ini rupiah tercatat masih tertekan. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah bertengger di posisi Rp 15.687 lebih lemah dari posisi kemarin Rp 15.610.

Menurut Perry, permasalahan ini masih lebih disebabkan terus menguatnya indeks dolar. Terutama dipengaruhi agresivitas kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

"Tapi kami perkirakan puncaknya fed fund rate sebesar 5 persen pada kuartal I 2023 dan tentu saja pada saat itu kita perkirakan menjadi turning point nya (rupiah)," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Rupiah Versi Terbaru


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading